Putra Bone Jadi Dandim Gowa, Sosok Pemburu Ilmu Penyayang Keluarga – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Putra Bone Jadi Dandim Gowa, Sosok Pemburu Ilmu Penyayang Keluarga

  • Bagikan
Foto: Lay out Kantor Kodim 1409 Gowa dan Dandim Gowa Letkol Arh Muh Suaib (kanan). (SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, GOWA – Bagi warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tak lagi asing mendengar nama Letkol Arh Muh Suaib.

Ya, Letkol Arh Muh Suaib saat ini tengah menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1409 Gowa sejak tahun 2019 hingga saat ini.

Muh Suaib yang saat ini sebagai Dandim 1409 Gowa ternyata adalah putra kelahiran asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dirinya besar tepat di kampung Cina dan Mare.

“Saya adalah kelahiran Bone, mulai dari SD sampai SMA saya sekolah di Bone,” kata Muh Suaib kepada Bonepos.com, belum lama ini.

Dia menjabat sebagai Dandim di Gowa, sebelumnya menggantikan Letkol Arh Nur Subekhi yang dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) pada 15 Agustus 2019.

Diketahui, Muh Suaib sebelumnya bertugas sebagai Kasdim 1408/BS Makassar

Sementara dirinya menyandang Sarjana Strata Satu (S1) di Perguruan Tinggi UNM yang dahulunya bernama IKIP Ujung Pandang dengan jurusan Olahraga dan berhasil menyandang status Sarjana Pendidikan.

“Alhamdulillah tidak sampai empat tahun S1 saya selesai, jadi pas selesai berubah nama IKIP jadi UNM, tapi ijazah saya masih IKIP,” lanjut Muh Suaib.

Dirinya mengaku, gelar S.Pd di zamannya itu adalah gelar yang pertama. Gelar S.Pd itu disandang saat wisuda serta nama perguruan tinggi tersebut masih bernama IKIP.

“Gelar S.Pd itu gelar yang pertama di zaman saya. Jadi wisuda yang dapat gelar pertama S.Pd itu saya. Sebelumnya itu kan Doktorandus (Drs) yah, makanya saya kaget juga biasanya Drs kok saya S.Pd,” cerita Suaib.

Usai mendapatkan gelar Sarjana, kemudian Muh Suaib memberanikan diri untuk menjadi abdi negara, dirinya mendaftar ke Semapa PK atau Sekolah Pertama Perwira Prajurit Karier pada tahun 1998.

“Coba daftar (Semapa PK). Alhamudlillah saya langsung masuk, saya pendidikan di Magelang, Jawa Tengah, kurang lebih 8 bulan di sana, habis itu saya dapat kecabangan Arhanud saya lanjut pendidikan 11 bulan, di Malang di Arhanud, waktu itu terlama karena ada perubahan waktu tadinya 9 bulan menjadi 11 bulan, setelah itu diubah lagi, jadi saya merasakan 11 bulan waktu itu,” aku Suaib.

Baca Juga  Tim Pencari Warga Terseret di Sungai Bontocani Bone Masih Berjuang 

Komandan Distrik Militer berpangkat Letnan Kolonel Arhanud itu, lalu masuk kegiatan Kombed Intel di Pusdik selama 40 hari di Pusdik Bogor, Kebun Salak.

“Setelah itu saya masuk di Batalyon dan ditempatkan Batalyon Arhanud 8 di Gedangan, Sidoarjo itu perbatasan Surabaya,” bebernya.

Perwira berpangkat menengah dalam Kemiliteran ini menjelaskan, saat bertugas di Batalyon dirinya mulai menjabat sebagai Danton (Komandan Peleton), Pasio Batalyon, Komandan Kompi, Pasi Intel yang dulunya disebut Komandan Baterai Gempur (Danray) Arhanud.

Masih berkarier di Jawa, Muh Suaib kelahiran Tanete, 31 Juli 1973 itu mengaku menjadi Komandan Rayon Militer (Danramil) Surabaya Selatan.

“Pertama setelah dari Batalyon di Kecamatan Tegalsari depannya Tunjungan Plaza, habis itu ditarik lagi jadi Pasi Intel di Surabaya, terakhir kembali saya jadi Danramil di Wonokromo Surabaya. Setelah itu saya sekolah di Kelapa II, termasuk saya pindah di tempatkan sebagai Pabung wilayah Gorontalo, namanya Bone Bolango kurang lebih 6 bulan saya di sana,” tuturnya.

Usai menduduki jabatannya di Bone Bolango, Gorontalo, Suaib akhirnya kembali ke kampung asalnya di Sulawesi Selatan, dia menjabat sebagai Pasi Ops Korem 141-220.

“Dari Pasi Ops saya jadi Kasdim Kodim 1426 Takalar, dari Takalar saya berangkat sekolah Seskoad (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) di Bandung, setelah sekolah di Bandung saya penempatan di Aceh sebagai Pabandya IM (Iskandar Muda), dari IM saya ditarik lagi kembali ke Kodam XIV/Hasanuddin sebagai Pabandya Ops, dari sana satu tahun. Kemudian saya dijadikan Kasdim Tabes 1408 BS Makassar yang berpangkat Letkol itu,” tambahnya.

Selama kurang lebih tujuh bulan menjadi Kasdim Tabes 1408 BS Makassar, dirinya diberikan amanah atau tanggungjawab yang dipercayakan menjabat sebagai Dandim 1409 Gowa.

Baca Juga  Sabet Emas MTQ Nasional, Bupati Fahsar Siap Umrahkan Kafilah

“Itu semua untuk karier militer, kemudian untuk pendidikan non militernya. Alhamdulillah, setelah Seskoad kami diberi kepercayaan juga untuk mengikuti pendidikan di Unhan (Universitas Pertahanan-S2). Jadi gelarnya itu Magister Terapan Pertahanan (M.Tr. (Han).) dari Unhan, setelah itu saya tidak puas saya pengen coba pendidikan lain siapa tau kita tidak mengerti, saya pengen menggeluti bidang pemerintahan sehingga saya ambil Strata Dua (S2) lagi di Unjani (Universitas Jenderal Achmad Yani) di Cimahi Bandung ambil jurusan Pemerintahan (Sospol) Sosial Politik, Alhamdulillah semuanya sudah selesai,” ujarnya.

Sementara Persit atau istri dari Letkol Arh Muh Suaib juga saat ini adalah salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dokter di Rumah Sakit Pelamonia, Makassar.

Ia adalah Dr. Sugieswhana Pratiwi. Dia menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

“Setelah itu lulus dari Kedokteran Unair Surabaya, istri saya bekerja sebagai tenaga honorer di RS Mojokerto, saya ada di sini (Sulsel), saya tarik di sini, pertama saya coba arahkan di RS Pelamonia sebagai tenaga harian lepas, Alhamdulillah 1 tahun di sana, ada ada penerimaan PNS Dokter tahun 2012 kalau tidak salah, dan dibutuhkan hanya dua dari sekian dokter banyaknya mendaftar dan Alhamdulillah istri saya yang pertama diterima dari dua orang dokter itu,” cerita Suaib di Kodim 1409 Gowa.

Pasangan dr. Sugieswhana Pratiwi dan Muhammad Suaib, S.Pd, M. Tr (Han) M.si ini dikaruniai anak sebanyak tiga orang, dan masing-masing berjenis kelamin perempuan.

“Anak pertama saya itu usianya 11 tahun, semuanya perempuan, jaraknya jauh (usia), 7 tahun kemudian baru lahir anak saya yang kedua, itu lahir juga pada saat pendidikan sekolah di Bandung (Seskoad) dan Alhamdulillah dengan anugerah Allah anak ketiga saya lahir itu saya jadi Dandim (Kodim 1409/Gowa) di sini,” tawa bahagia Letkol Arh Muh Suaib ini. (rul/ril)

  • Bagikan