Desakan Pecat Moeldoko dari KSP Meluas – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Desakan Pecat Moeldoko dari KSP Meluas

  • Bagikan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko (BONEPOS.COM - HAND OVER)

BONEPOS.COM, JAKARTA – Desakan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memecat Kepala Staf Presiden Moeldoko dari jabatannya, terus berdatangan.

Usai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, kini giliran Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Kawendra Lukistian, yang meminta Jokowi memecat Moeldoko dari jabatannya.

Kawendra menganggap, yang dilakukan terkait Partai Demokratoleh Moeldoko hanya membuat malu pihak Istana, apalagi ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Saran saya sebagai rakyat Indonesia yang bosan dengan kebisingan terlebih ditengah pandemi seperti ini, sebaiknya pak Moeldoko mundur dari KSP. Atau Pak Jokowi berhentikan saja pak Moeldoko, bikin malu bapak, pak,” kata Kawendra dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Baca Juga  Indonesia Peringkat 73 Kemudahan Berusaha Versi Bank Dunia

Kawendra mengatakan, sebagai pemegang jabatan strategis di Istana, Moeldoko dianggap telah bertingkah rendahan dan tidak punya malu dengan mengaku sebagai ketua umum Demokrat.

“Harusnya dengan jabatan yang diemban saat ini dengan posisi ‘satu jengkal’ dari Presiden Jokowi jangan sampai melakukan tindakan rendahan. Berpotensi merusak marwah negara. Bikin malu Presiden kita,” tuturnya.

Baca Juga  Kasus Positif COVID-19 di Bone Kembali Bertambah, Segini Jumlahnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin.

Ujang menilai, pemecatan Moeldoko dirasa perlu untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia tetap berlangsung sehat.

“Untuk menjaga demokrasi agar tetap sehat dan betmartabat. Harusnya Jokowi pecat Moeldoko,” kata Ujang dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/3/2021).

Meski demikian, Ujang memprediksi hal tersebut mustahil dilakukan oleh Jokowi. Mengingat sejauh ini Presiden belum pernah menyampaikan pernyataan resminya terkait kisruh di internal Partai Demokrat. (red).

Temukan Kami:
  • Bagikan