Sembunyi di Atap Rumah, Pemuda 23 Tahun di Gowa Ditangkap, Ini Kasusnya! – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Sembunyi di Atap Rumah, Pemuda 23 Tahun di Gowa Ditangkap, Ini Kasusnya!

  • Bagikan
Foto: Pelaku pengedar obat-obat terlarang saat digelandang Sat Resnarkoba Polres Gowa. (SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, GOWA – Sebanyak 2.050 butir obat daftar G atau barang terlarang berhasil disita jajaran Sat Narkoba Polres Gowa.

Satu orang pelaku juga turut diamankan polisi.

Kasat Narkoba Polres Gowa, AKP Maulud mengatakan, pelaku diamankan di Desa Biring Balang, Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Gowa.

“Pelaku diamankan di rumahnya pada Jumat (5/3/2021) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita dan juga kita mengamankan 2.050 butir obat daftar G,” katanya, Senin (8/3/2021).

Pelaku diketahui bernama Awaluddin (21), dirinya berlatar belakang sebagai buruh harian.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 2.050 butir tablet warna putih berlogo Y, kuat dugaan adalah obat daftar G Jenis THD (tramadol),” beber Kasat Narkoba.

Baca Juga  Cerita Kadus di Gowa Temukan Warga Bulukumba Tewas di Dalam Karung

Sejauh ini kata dia, juga turut mengamankan sejumlah uang sebanyak Rp250 ribu.

Pelaku ditangkap berawal dari informasi masyarakat tentang maraknya peredaran obat daftar G di Desa Biring Balang.

Hal itu membuat polisi lalu melakukan penindakan dan menyasar rumah pelaku.

“Pelaku hendak melarikan diri, dan posisinya sudah bersembunyi di atas atap rumahnya, kami melihat dan langsung memediasi agar turun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Pelaku kemudian turun dari atap lalu polisi membawa langsung ke kamar pelaku untuk dilakukan penggeledahan mencari barang bukti.

Penggeledahan dilanjutkan dan berhasil menemukan sebuah kantong plastik warna hitam yang digantung di bawah plafon kamar.

Baca Juga  Astaga, Pelajar di Makassar Terlibat Bisnis Haram, Diringkus di Indekos

“Kantong itu berisi 2 botol plastik warna putih berupa obat yang sama sebanyak 2.000 butir dan serta menemukan uang sebesar Rp250.000 di dalam laci lemari,” tukas AKP Maulud.

Pelaku disebut nekat melakukan penjualan obat terlarang ini karena faktor ekonomi.

“Aksinya ini sudah sekitar 5 bulan. Dan hasil interogasi, pelaku membeli dari wilayah Timbuseng berinisial DT, pelaku menjual barang haram ini menyasar anak sekolah dan beberapa orang anak muda.

Saat ini, pelaku telah mendekam di Mapolres dengan dikenakan Pasal 196 ayat 2 dan 3 UU No.36 ttg Kesehatan Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*)

  • Bagikan