Wawali Fatma: Jangan Biarkan Korban Banjir Kelaparan – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Wawali Fatma: Jangan Biarkan Korban Banjir Kelaparan

  • Bagikan
Foto: Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi ingatkan OPD agar tak biarkan korban banjir kelaparan. (BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar Fatmawati Rusdi kembali mengingatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk sigap dan cepat dalam melakukan penanganan korban banjir.

“Jangan biarkan ada korban banjir tidak makan atau kelaparan. OPD terkait, camat dan lurah harus mendata cepat semua korban banjir. Jangan ada yang terlewatkan, dan sebisa mungkin kita penuhi apa kebutuhan yang paling mendesak. Dapur umum harus dimaksimalkan betul, serta di lokasi pengungsian wajib terurus,” tegas Fatma, Jumat (12/3/2021).

Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, percepatan penanganan korban banjir juga sudah dipertegas Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Baca Juga  5 Persen Peserta UTBK SBMPTN Unhas Tidak Hadir Gelombang I, Segini Jumlahnya

Bahkan, Wali Kota Makassar yang beken disapa Danny Pomanto memimpin tim gabungan untuk turun langsung ke beberapa lokasi banjir.

“Beliau (Danny Pomanto, red) juga sudah menegur OPD yang kita nilai lambat dalam melakukan penanganan. Termasuk mendengarkan keluhan warga yang menjadi korban banjir. Dan pemkot terus melakukan berbagai langkah, serta koordinasi,” lanjut Fatma.

Sementara itu, Danny saat turun langsung ke lokasi banjir dan lokasi pengungsian di wilayah Kodam III juga memerintahkan Dinas PU Makassar untuk mengeruk sungai Biring Jenne, agar air tidak terlalu meluap jika terjadi hujan lebat.

Baca Juga  Bone Bolango Diterjang Banjir Bandang, Ini Titiknya

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Pompengan Sungai Jeneberang sebagai pemegang otoritas sungai agar ada solusi dan tidak terjadi genangan dan banjir yang parah setiap tahun,” beber Danny.

Selain itu, Danny mengingatkan kembali semua OPD, camat dan lurah untuk tetap siaga 24 jam, meskipun intensitas hujan mulai menurun selama seharian.

“Kita harus tetap siaga 24 jam. Termasuk kesigapan dapur umum oleh OPD terkait tidak boleh lagi lambat dan kurang siap dalam penanganan ke warga yang terkena dampak banjir,” kunci Danny Pomanto. (*)

  • Bagikan