Lagi, Oknum LSM Diperiksa di Polres, Ini Kasusnya! – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Lagi, Oknum LSM Diperiksa di Polres, Ini Kasusnya!

  • Bagikan
Foto: Kantor Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Jeneponto. (ISTIMEWA)

BONEPOS.COM, JENEPONTO – Perkara dugaan pencemaran nama baik terhadap salah seorang Kepala Desa di Jeneponto, bergulir.

Salah satunya yakni, oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Oknum LSM yang diketahui bernama IL kini telah dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian Resort (Polres) Jeneponto.

IL mengaku, dirinya baru saja diperiksa oleh penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Jeneponto.

“Iya pencemaran nama baik, itumi yang saya hadiri di Polres Jeneponto,” singkat IL, Sabtu (13/3/2021).

Di tempat yang sama, Kanit Tipidter Polres Jeneponto, Aipda Sahrir membenarkan terkait pemeriksaan IL.

IL disebut sebagai terlapor atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga  Banyak Pedagang Dadakan di Jeneponto, Begini Respon Pemkab

Lebih jauh kata Aipda Sahrir, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat pemanggilan terhadap terlapor.

Terlapor baru memenuhi panggilan keduanya untuk dilakukan pemeriksaan

“Iya kita periksa IL sabagi saksi terlapor, sebelumnya kita sudah lakukan dua kali pemanggilan, tapi baru kali ini dia datang,” imbuh Aipda Sahrir.

Diketahui, IL sebelumnya telah dilaporkan ke polisi oleh LP HAM RI.

Ia dilaporkan ke polisi lantaran menjadi narasumber di salah satu media online, di sana Ia diduga memberikan keterangan palsu hingga menuduh kepala desa Ujungbulu yang dijabat Mansyur melakukan banyak pelanggaran.

Narasi di dalam media tersebut terkait pengerusakan hutan lindung, hingga pembalakan kayu liar di wilayah hutan lindung.

Baca Juga  Motivasi Berlipat Satgas TMMD ke 108 Jeneponto, Begini Progresnya

Tak hanya itu, IL juga memberikan keterangan, bila Kades Mansyur memindahkan patok tapal batas antara Kabupaten Jeneponto-Kabupaten Gowa, tepatnya di perbatasan Desa Ujung Bulu dan Kelurahan Cikoro, Kabupaten Gowa.

Sebagaimana diketahui, jika dalam pemeriksaan polisi dan terlapor terbukti telah memberikan keterangan palsu di salah satu media online, memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah). (*)

  • Bagikan