Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi di PT. ASABRI – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi di PT. ASABRI

  • Bagikan
Foto: Tim Jaksa Kejagung sita barang bukti perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT. ASABRI. (ISTIMEWA)

BONEPOS. COM, JAKARTA – Babak baru terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT. ASABRI. Apa itu?

Hasil siaran Pers yang telah dilaksanakan dari Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Nomor: PR-217/52/K.3/Kph., Rabu (3/3/2021), menjelaskan tentang Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali telah melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun.

“Kali ini, tim Jaksa Penyidik telah melakukan penyitaan fisik kapal dan pemasangan tanda atau plang terhadap 13 kapal milik PT. Jelajah Bahari Utama yang merupakan aset milik dan atau yang terkait Tersangka HH,” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H.

Baca Juga  Ngeri Temuan Satgas Covid-19, Doni Monardo: Kedisiplinan Terhadap Protokol Kesehatan Menurun

Leonard menyebutkan, adapun 13 kapal yang disita Tim Jaksa Penyidik, antara lain, Kapal TBG ARK 03, Kapal TBG ARK 01, Kapal TBG ARK 02, Kapal TBG ARK 05, Kapal TBG ARK 06, Kapal TB NOAH II, Kapal TB NOAH III, Kapal TB NOAH V, Kapal TB NOAH VI, Kapal TB NOAH I, Kapal TBG 306, Kapal TBG 301, Kapal TTG 2007

Baca Juga  Dugaan Korupsi di BRI, Kajari Bilang Begini

Dia menambahkan, sementara terhadap empat kapal milik PT Trada Alam Minera masih dilakukan pengecekan fisik yang dalam proses penyitaan bertempat di Samarinda dan Sendawar Kabupaten Kutai Barat.

Keempat kapal tersebut yakni, Kapal TTB PASMAR 01, Kapal TB TAURIANS TWO, Kapal TB TAURIANS THREE, dan Kapal TB TAURIANS ONE.

Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan