Rey Mbayang dan Dinda Haw yang Tengah Hamil Positif Covid-19 – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Rey Mbayang dan Dinda Haw yang Tengah Hamil Positif Covid-19

  • Bagikan

BONEPOS.COM – Pasangan artis Dinda Hauw dan Rey Mabyang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19. Melalui laman instagramnya, Rey tampak mengunggah foto yang menampilkan tangannya sedang memegang tangan Dinda Hauw. Melalui caption yang ditulis dalam unggahannya itu, Rey mengungkapkan kabar tersebut.

“Aku, dinda positif COVID-19. Setelah ngelewatin beberapa kondisi dimana kita berdua tetap negatif walaupun beberapa kali 1 rombongan sama pasien positif, akhirnya tiba juga waktunya,” tulis Rey Mbayang dikutip Bonepos.com 23/3/2021

Pasangan ini mengaku mengalami berbagai gejala, seperti batuk, demam, hingga kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa.

“Oh iya, kalau Rey lumayan parah. Kemarin sempat kehilangan indera penciuman dan rasa makanan juga sudah (indera perasa sudah hilang). Dinda demam-demam saja. Agak lumayan kondisinya sih si Rey-nya,” kata manajer Rey Mbayang, Wawan  (23/3/2021).

Baca Juga  Kemarin Gubernur DKI Jakarta, Kini Menteri Tenaga Kerja Positif Corona

Wawan mengatakan, Rey dan Dinda akan ke rumah sakit untuk melakukan rontgen paru-paru dan harus diopname jika memang bermasalah. Namun, banyak juga yang khawatir pada Dinda yang kini tengah hamil.

Menurut dokter kandungan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr Dinda Derdameisya, SpOG, ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 mendapat perawatan yang sama dengan pasien yang tidak hamil. Salah satunya, mereka melakukan isolasi mandiri.

“Jadi, perawatannya memang isolasi mandiri kan. Kalau ada indikasi untuk masuk rumah sakit, baru dirawat di rumah sakit. Sama saja sih tidak ada bedanya,” ujar dr Dinda saat dihubungi detikcom, Senin (22/3/2021).

Baca Juga  Cerita Pilu Sang Ibu, Anaknya Tertidur Lebih dari Setahun

“Tapi, mungkin untuk ibu hamil penting untuk melaporkan ke dokter obgyn-nya atau ke bidan yang merawat kalau menderita COVID,” lanjutnya.

Selain itu, dr Dinda juga mengatakan perlu untuk menyiapkan rencana lain, jika terjadi perburukan dari penyakitnya. Perburukan yang biasanya terjadi sama seperti pada pasien COVID-19 yang tidak hamil, terutama pada sistem pernapasan.

“Seperti perburukan pada orang yang tidak hamil terutama dalam pernapasan. Sesak napasnya bertambah, semakin memberat, atau demamnya nggak turun-turun, atau saturasinya menurun itu kan harus tetap dipantau,” pungkasnya.

  • Bagikan