Mahasiswa dan Remaja di Makassar Menyamar Jadi Polisi Gadungan, Ini Modusnya – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Mahasiswa dan Remaja di Makassar Menyamar Jadi Polisi Gadungan, Ini Modusnya

  • Bagikan
Foto : Enam orang pelaku pemerasan yang mengaku anggota Polri berhasil diringkus Tim Jatanras Polrestabes Makassar. (LAYOUT/ISTIMEWA/SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Enam pria yang mengaku anggota Polri berhasil dibekuk tim Jatanras Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan.

Keenam pria itu ditangkap setelah melakukan pengadangan ilegal seolah anggota Polri.

Kepala Subbagian Unit (Kasubnit) 2, Tim Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Nasrullah menuturkan, mereka ditangkap berdasarkan laporan STBL Nomor : STBL/67/K/IV/2021/POLDA SULSEL/Restabrs mksr.

“Jadi yang bersangkutan itu diringkus sekitar pukul 20.00 Wita,” terang Ipda Nasrullah, Senin (5/4/2021).

Keenam pelaku ini ditangkap saat berada di galangan Veteran, Kota Makassar.

Modus pelaku yang diamankan ini adalah tindak pidana pelaku pemerasan dan menguasai senjata tajam.

Identitas keenam pria yang mengaku adalah polisi adalah M Rasul (29), Imran T alias Pagat (21) seorang mahasiswa.

Rival (24) seorang Security, Syahrul Aldila Badrun (32) wiraswasta, Aldi Febrian (18), dan Muh Alsabani Chair (19).

“Identitas keenam pelaku itu mengaku dirinya sebagai anggota Polri, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (3/4/2021) baru-baru ini,” lanjut Nasrullah.

Baca Juga  Kaperpusnas Dorong Perpustakaan UIM Percontohan Nasional, Begini Syaratnya 

Menurut polisi, korban bersama rekannya saat itu tengah berboncengan, korban berinisiatif menuju ke salah satu tempat makan yaitu untuk membeli nasi kuning.

“Tapi pada saat pulang, korban diadang pelaku, kemudian memberhentikan korban dan menanyakan surat-surat kendaraan. Pelaku lalu memukul bagian kepala korban memakai pistol Airsoft dan mengaku sebagai anggota Polri,” lanjut Nasrullah.

Pada saat itu, kata Nasrullah, korban bersama rekannya dibawa ke Jalan Inspeksi kanal dengan tujuan menginterogasi pemilik motor.

“Setelah diinterogasi, pelaku mengambil motor dan memberikan nomor WhatsApp kepada korban. Pelaku lalu menyuruh korban pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki,” jelas inspektur polisi dua (Ipda) itu.

Keesokan harinya, tambah Nasrul, pelaku meminta tebusan uang sebesar Rp800.000. Bukan tanpa alasan, pelaku mengiming-imingi uang tersebut adalah sebagai jaminan untuk mengembalikan motor korban.

“Dari hasil lidik Tim, diperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada di jalan Veteran, jadi kita langsung bergerak menuju ke lokasi. Alhasil kita mengamankan pelaku Rasul,” tutur Nasrul.

Baca Juga  STIEM Bongaya Makassar Berduka Cita, Dr. Alimuddin Hadji Meninggal Dunia

Pelaku bernama Rasul, langsung digiring ke Posko Jatanras Polrestabes Makassar untuk dilakukan pengembangan.

Dari situ, Rasul mengaku bahwa aksinya itu tak sendirian, polisi lalu bergerak mencari keberadaan pelaku lainnya.

“Kita langsung membekuk pelaku lainnya di Jalan Sungai Cerekang anggota langsung menuju ke lokasi tersebut dan berhasil mengamankan pelaku lainnya, hingga total kita tangkap itu ada sebanyak enam orang,” tandasnya.

Selain itu jejak aksi kriminal lainnya yang dilakukan kelompok ini sudah tersebar di berbagai wilayah di Kota Makassar.

“Bahkan pelaku ini mengaku anggota polri pernah melakukan penggerebekan,” tutur Nasrullah.

Dari tangan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti yang dilakukan untuk bertindak kriminal dan pemerasan terhadap para korbannya. (*)

  • Bagikan