Professor Fakultas Teknik Unhas Bertambah, Rektor Sebut Temuannya Menarik – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Professor Fakultas Teknik Unhas Bertambah, Rektor Sebut Temuannya Menarik

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) gelar Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Professor bidang keteknikan di lingkup Fakultas Teknik.

Rapat dimulai pukul 09.00 Wita di Ruang Senat Akademik Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (6/4/2021) dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat, serta disiarkan live melalui YouTube Senat Akademik.

Prosesi pengukuhan dihadiri Rektor Unhas, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, Ketua, Sekretaris dan anggota Senat Akademik, Dewan Professor, Majelis Wali Amanat, serta tamu undangan terbatas dari keluarga profesor yang dikukuhkan.

Profesor yang dikukuhkan, yakni Prof. Dr. -Ing. Ir. Wahyu H. Piarah, MS., ME., sebagai guru besar ke-420 dalam bidang Ilmu Perpindahan Panas dan Massa pada Departemen Teknik Mesin. Lahir di Bandung pada 02 Maret 1960.

Lalu, Prof. Dr. Ir. Luther Sule, MT., dikukuhkan sebagai guru besar ke-421 pada bidang Ilmu Konversi Energi Departemen Teknik Mesin, lahir di Rantepao 27 Agustus 1956.

Dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., menyampaikan apresiasi atas bertambahnya guru besar Fakultas Teknik (FT). Dengan keberadaan Guru Besar di FT, Prof Dwia berharap semakin memperkuat Teknik Unhas dalam pencapaian kinerja.

“Penelitian dari dua guru besar Unhas ini sangat menarik. Saya berharap hasil riset ini akan bermanfaat. Temuan dari para guru besar dapat dimaksimalkan dan menjadi produk inovasi baru. Saat ini Unhas tengah mempersiapkan pendirian Science Techno Park (STP) yang mewadahi berbagai inovasi sivitas akademika lingkup Unhas,” jelas Prof. Dwia.

Baca Juga  Bukti Cinta Ketua TP PKK Rossy untuk Anak Pulau Lanjukang

Pada kesempatan tersebut, masing-masing professor yang dikukuhkan menyampaikan pidato pengukuhannya.

*Prof. Dr. -Ing. Ir. Wahyu H. Piarah, MS.,ME*

Pada pidato pengukuhannya, Prof Wahyu menjelaskan tentang penelitian ilmiah terkait “Fenomena Perpindahan Panas (Kalor) dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari”. Kesimpulan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa energi surya yang tersedia dalam jumlah yang besar bersama dengan energi kalor yang terbuang dari kendaraan bermotor maupun industri dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk mengatasi krisis energi.

Pemanfaatan energi surya dan kalor terbuang dapat melalui produk teknologi seperti Thermoelectric Generator atau Cooler (TEG/TEC) dan Photovoltaic (PV) maupun kombinasinya yang dapat mengkonversi energi kalor menjadi energi listrik. Kelebihan dua produk teknologi ini dibanding pembangkit konvensional terletak pada akses kemudahan pengoperasiannya, tidak berisik dan bebas polusi serta menggunakan sumber energi berlimpah dari alam.

“Masih terbuka ruang untuk penelitian inovatif dalam upaya meningkatkan efisiensi dari pemanfaatan TEG/TEC maupun PV. Olehnya itu, diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan maupun rujukan untuk pengembangan yang lebih lanjut,” papar Prof Wahyu.

*Prof. Dr. Ir. Luther Sule, MT*

Melalui pidato pengukuhan mengenai penelitian ilmiah dengan judul “Potensi Energi Air Untuk Pembangkit Listrik Dengan Berbagai Model Sudu Roda Air Arus Bawah”, Prof Luther menjelaskan bahwa potensi energi air skala besar dan kecil di Indonesia tidak kurang dari 75.670 MW dan baru dimanfaatkan sebesar 4.200 MW atau 5.6 persen.

Baca Juga  Pemilih Bisa "Menghukum" Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan, Begini Caranya

Sementara masih banyak potensi energi air berupa aliran air di sungai-sungai dangkal maupun aliran irigasi yang belum termanfaatkan dan memungkinkan dibangun sistem pembangkit microhidro yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan energi listrik kepada pembangunan pedesaan termasuk industri kecil.

Dengan melihat potensi energi air, Indonesia utamanya daerah pedesaan karena kondisi lingkungan memadai dan biaya pengoperasian murah sangat sesuai jika digunakan pembangkit listrik tenaga Microhydro (PLTMH). Hal ini sejalan dengan kapasitas maksimum 100 kW dengan kondisi air yang mengalir rendah <3 meter yang cocok untuk roda air arus bawah.

"Kinerja roda air arus bawah model sudu meliputi plat, plat bengkok dan lengkung vertikal serta mangkok. Penelitian terhadap roda air arus bawah sudu plat dan sudu bengkok telah dilakukan secara eksperimen untuk pembebanan dengan torsi dan jumlah sudu bervariasi dari 4, 6, dan 8 sudu," ucap Prof Luther.

Pengukuhan Dua Guru Besar di lingkup Fakultas Teknik Unhas berlangsung dengan hikmat dan lancar hingga pukul 11.30 Wita. (*)

  • Bagikan