Pejabat Bank Sulselbar Cabang Bulukumba Tersangka, Nginap di Makassar – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Pejabat Bank Sulselbar Cabang Bulukumba Tersangka, Nginap di Makassar

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Account Officer (AO) Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba, IRR telah ditetapkan dirinya sebagai tersangka.

Hal ini usai dilakukan penyelidiakn atas dugaan kasus Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba dari Tahun 2016 hingga 2021.

Plt Asintel Kejati Sulsel, Gatot Iriyanto mengatakan, penetapan tersangka ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Terkait Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba dari Tahun 2016 s/d 2021,” kata Iriyanto dalam keterangan tertulisnya diterima Bonepos.com, Kamis (8/4/2021).

IRR ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Sulsel berdasarkan dengan nomor – 32/P.4.5/Fd.1/04/2021 Tanggal 08 April 2021.

Kendati demikian, IRR yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini akan ditahan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 8 April hingga 27 April 2021 mendatang.

Baca Juga  Sinergitas Asmo Sulsel dan Dishub Kampanye #Cari_Aman, Ini Sasarannya

“Dari hasil pemeriksaan, berdasarkan pertimbangan secara objektif dan subjektif menurut Undang-undang, oleh Penyidik tersangka IRR langsung dilakukan penahanan dengan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-33/P.4/Fd.1/04/2021 tanggal 08 April 2021,” terangnya.

IRR akan menjalani masa tahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Kota Makassar.

“Tersangka IRR dilakukan penahanan oleh Penyidik selama 20 (dua puluh hari), terhitung mulai tanggal 08 April 2021 sampai dengan tanggal 27 April 2021 di Rutan / Lapas Kls IA Makassar,” bebernya.

Sebelumnya IRR telah dilakukan proses penyidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan dokumen-dokumen yang terkait dengan dugaan peristiwa pidana serta pemeriksaan IRR selaku saksi.

“IRR selaku Account Officer (AO) pada Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba dari Tahun 2016 s/d 2021 diduga melakukan pemalsuan 106 dokumen pengajuan Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL),” tambahnya.

Baca Juga  Sambut Jenazah IYL, Gubernur Kenakan Koko Putih dan Wagub Batik Kuning

Selain itu, IRR juga melakukan pemrosesan pemberian kredit dengan nilai kredit keseluruhan sebesar Rp.25.000.000.000,- dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri.

“Akibat perbuatan tersangka tersebut, Negara mengalami kerugian sekitar Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar rupiah),” jelas Iriyanto.

Dengan tindak pidana korupsi ini, IRR telah melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 3, Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana dan Pencucian Uang (TPPU). (*)

  • Bagikan