Dugaan Korupsi Bantuan TPA di Takalar, Kejari Siap Bongkar? – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Dugaan Korupsi Bantuan TPA di Takalar, Kejari Siap Bongkar?

  • Bagikan
Foto : Suasana rapat internal pembahasan terkait dugaan korupsi dana BOP dari Kemenag di Takalar. (ISTIMEWA)

BONEPOS.COM, TAKALAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar terus melakukan pengungkapan dan penyelidikan terkait beberapa perkara dugaan korupsi yang melilit di ranah pemerintahan.

Selain sebelumnya telah menetapkan Direktur PDAM Kabupaten Takalar, JN sebagai tersangka dan rekanannya, saat ini Kejari tengah mengobok-obok kasus dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Pondok (BOP) TPA.

Kasus ini, kata pihak Kejari Takalar, telah menaikkan statusnya ke ranah penyelidikan.

“Setelah melalui ekspose sekitar 2 jam tepatnya Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 21.00 Wita di ruang ekspose Kejari Takalar akhirnya diputuskan menaikkan status penyelidikan dugaan pemotongan dana BOP Pendidikan Agama,” tutur Kajari Takalar, Salahuddin melalui Kasi Pidsus, Herdiawan Prayudi, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga  Dugaan Korupsi PT Asabri, Kejagung Periksa 10 Orang, Berikut Daftarnya

Dana BOP ini diketahui bersumber dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Tahun anggaran 2020 untuk disalurkan ke 109 TPA/TPQ untuk memutus penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Bantuan dari Kemenag RI itu dikirim ke rekening masing-masing lembaga untuk tahun 2020 penyalurannya dilakukan 4 tahap. Setiap TPA/TPQ menerima senilai Rp10 juta kemudian dana itu dipotong mulai dari Rp500 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp4 juta,” tambah Kasi Pidsus Kejari Takalar, Suwarni Wahab.

Baca Juga  Sekda Takalar Diperiksa Kejari, Ini Dugaan Kasusnya

Dilakukan penyidikan ini setelah ditemukan dugaan awal terjadinya dugaan Tindak Pidana Korupsi yang disertai ditemukannya dua alat bukti dalam penanganan perkara tersebut.

“Saat ini Tim Penyidik sudah terbentuk berdasarkan Sprint-02/P4.32/Fd.1/04/2021 tertanggal 08 April 2021,” tambahnya.

Berdasarkan dengan penerbitan Sprin tersebut, langkah awal yang akan dilakukan oleh Penyidik akan dilakukan pemanggilan beberapa orang saksi-saksi terkait dugaan korupsi ini.

“Tentunya mengagendakan rencana pemanggilan saksi-saksi guna menemukan sebanyak-banyaknya alat bukti serta menemukan siapa pelaku pidananya. Agenda pemeriksaan saksi-saksi dalam waktu dekat segera dilakukan,” tandasnya. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan