Dugaan Korupsi Pejabat Bank Sulselbar Bulukumba, Berikut Aset Disita Kejati Sulsel – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Dugaan Korupsi Pejabat Bank Sulselbar Bulukumba, Berikut Aset Disita Kejati Sulsel

  • Bagikan
Foto: Layout penyitaan aset milik IRR, AO Bank Sulselbar Cabang Bulukumba yang dilakukan oleh Kejati Sulsel. (ISTIMEWA/SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penhum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Idil menjelaskan, saat ini aset milik IRR tersangka dugaan korupsi disita.

IRR telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Sulsel berdasarkan dengan nomor – 32/P.4.5/Fd.1/04/2021 Tanggal 08 April 2021.

“Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melakukan tindakan penggeledahan dan penyitaan barang bukti,” kata Idil, Senin (12/4/2021).

Penyitaan aset milik IRR ini terkait dengan dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU), dalam hal ini Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba sejak Tahun 2016 s/d 2021.

Baca Juga  Tersandung Korupsi, Anggota DPRD Bulukumba Berhadapan Pengadilan Negeri Makassar

“Akibat ini, menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp25 miliar (dua puluh lima miliar rupiah),” terangnya.

Sementara asat-aset milik IRR yang disita itu yakni, tiga unit sepeda motor, masing-masing berjenis Yamaha X Max, Yamaha N Max, dan Sepeda Motor CBR 250.

Selain itu, Kejati juga menyita satu unit mobil pick up Grand Max, Bangunan Cafe, Carwash, Vape Store, Percetakan, Salon dan unit rumah.

“Ini merupakan hasil penggeledahan pada hari Sabtu dan Minggu (10-11 April 2021) lalu, di 2 (dua) lokasi yang berbeda, yaitu di Kabupaten Bulukumba dan Kota Makassar,” Jelas Idil.

Barang bukti tersebut disita itu dari dr. Ayu Yuandini, yang juga selaku CEO Labissa Grup, Ayu Yuandini merupakan adik kandung dari tersangka.

Baca Juga  Pinjaman Online Ilegal Indo Cash Jerat Korban di Makassar

Penyitaan terhadap Rumah dan Bangunan (benda tidak bergerak) dilakukan setelah diterimanya penetapan izin dari Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar.

“Penyitaan terhadap benda bergerak berupa beberapa kendaraan tersebut, selanjutnya akan dimintakan persetujuan penyitaan kepada Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar,” bebernya.

Meski demikian, kata Idil, sejauh ini belum diketahui berapa total aset dari IRR yang disita.

Pihaknya akan melakukan penaksiran nominal itu dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Terhadap aset Tersangka yang telah disita, nantinya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara pada proses selanjutnya,” pungkas Idil. (*)

  • Bagikan