Densus 88 Mabes Polri Sudah Tangkap 31 Terduga Teroris di Sulsel – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Densus 88 Mabes Polri Sudah Tangkap 31 Terduga Teroris di Sulsel

  • Bagikan
Beberapa orang terduga teroris yang dari 18 orang yang telah dibawa ke Jakarta oleh Tim Densus 88 Mabes Polri saat penangkapan di Villa Mutiara pada tanggal 6 Januari 2021 lalu. (SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Sejauh ini Tim Densus 88 Mabes Polri saat ini telah berhasil meringkus 31 orang terduga teroris.

Para terduga teroris ini disebut merupakan kelompok dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

“Mereka ini perannya ikut membantu dan memfasilitasi pelaku (bomber) dalam beraksi,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Zulpan mengungkapkan, puluhan yang ditangkap merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan awal sejak adanya peristiwa bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu.

Baca Juga  Pria di Bone Ditangkap Densus 88, Daftar Terduga Teroris di Sulsel Bertambah

Dari 31 orang ini, para terduga teroris ditangkap di berbagai daerah di Sulsel.

Saat ini, mereka semua masih menjalani penahanan di Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga masih membutuhkan keterangan tambahan.

“Masih diperiksa intensif oleh Densus 88,” jelas Zulpan.

Zulpan menjelaskan, semua yang ditangkap, tergabung dalam jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis, di Kompleks Perumahan Villa Mutiara, Kluster Biru, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Selain merakit bom, sebagian dari mereka berperan sebagai konseptor atau otak dibalik aksi pasutri L dan YSF bom bunuh diri di depan pintu gerbang Gereja Katedral.

Baca Juga  Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 94W, Begini Dampaknya Bagi Indonesia

“Yang sebagiannya lagi yang masih kita dalami perannya,” ungkap Zulpan.

Lebih lanjut kata Zulpan, mereka yang ditangkap didominasi laki-laki. Sisanya adalah perempuan. Sebagian dari mereka yang ditangkap saat ini, masih berstatus sebagai saksi atau terperiksa.

Merujuk dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme, petugas punya kewenangan selama 21 hari kedepan untuk memeriksa mereka.

“Pemeriksan dan pengembangannya masih terus berjalan,” tandasnya

  • Bagikan