Pesantren Ramadan UMI Hadir Kembali, Berikut Konsepnya – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Pesantren Ramadan UMI Hadir Kembali, Berikut Konsepnya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Pesantren Ramadan Virtual Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun kedua dimulai di hari pertama Bulan Ramadan 1442 H, berlangsung via zoom meeting, Selasa (13/4/2021) sore.

Narasumber Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof.Dr.KH.Mansyur Ramly membahas “Marhaban Ya Ramadhan dan Saling Bermaafan”, dipandu host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjanna Abna, diikuti sejumlah dosen, karyawan, dan jamaah umum.

Acara ini berlangsung setiap hari selama bulan Ramadan 1442 H, pukul 17.00-17.30 Wita.

Prof.Mansyur Ramly dalam takziahnya menyampaikan antara lain, perlunya menyambut bulan Ramadan dengan mempersiapkan diri, membersihkan diri, dan saling memaafkan satu sama lain.

Baca Juga  Mau Panjang Umur, Yuk Sedekah!

Host M.Ishaq Shamad menyampaikan bentuk kegiatan Pesantren Ramadan Virtual UMI dengan menampilkan narasumber dari Pimpinan Yayasan Wakaf UMI, Rektor dan para wakil Rektor serta pimpinan fakultas dan lembaga dalam lingkup UMI.

“Acara ini dikemas dengan tema yang berbeda setiap harinya, disertai tanya jawab dan diskusi seputar Ramadan dan Keislaman,” jelasnya.

Dikatakan salah satu arti Ramadan, adalah “membakar”, sehingga diharapkan bulan Ramadan mampu membakar dosa dan kesalahan yang diperbuat selama setahun lewat.

Sementara itu, Host Dr. Nurjannah Abna mengomentari dan mempertanyakan mengapa di Bulan Ramadan begitu gencar ibadah dilakukan umat Islam, padahal ada 11 bulan lainnya yang juga disediakan bagi umat Islam untuk beribadah.

Baca Juga  Mau Tahu Cara Meraih Takwa dan Menggapai Fitrah, Berikut Caranya

Hal ini tentu merujuk pada dalil Alquran dan Hadis, bahwa perintah puasa turun pada bulan Ramadan, dan Allah Swt memerintahkan puasa agar mencapai derajat takwa, sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

“Selanjutnya Rasulullah Muhammad SAW menjelaskan banyak sekali manfaat di Bulan Ramadan sebagai bulan berkah, maghfirah dan pembebasan dari api neraka,” tutur M. Ishaq Shamad. (*)

  • Bagikan