Tersinggung Isi Ceramah Ramadan, Imam Masjid di Takalar Jadi Korban Pemarangan – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Tersinggung Isi Ceramah Ramadan, Imam Masjid di Takalar Jadi Korban Pemarangan

  • Bagikan
Foto: Baso dg Sallang saat menjalani perawatan medik dan polisi melakukan pengecekan kondisi korban. (ISTIMEWA)

BONEPOS.COM, TAKALAR – Seorang pria di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan jadi korban penganiayaan. Pria yang menjadi korban itu adalah Baso dg Sallang.

Ia adalah salah satu warga di Desa Saro, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Paur Humas Polres Takalar, Ipda Sumarwan membenarkan perihal insiden yang terjadi itu.

Diketahui, Baso Dg Sallang adalah salah satu Imam Masjid.

“Iya memang benar ada kejadian, itu terjadi pada Senin (19/4/2021) dua hari lalu,” kata Sumarwan saat dihubungi Bonepos.com, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga  Terungkap, Ini Motif Kasus Penganiayaan di Sibulue Bone

Motif penganiayaan ini dilakukan oleh pelaku yang berusia 25 tahun bernama Arsyad dg Salli karena merasa tersinggung. Mengapa bisa demikian terjadi?

Dirinya mengaku kerap tersinggung ketika Baso dg Sallang membawakan kultum Ramadan.

Dimana, Baso kerap menyampaikan bahwa pentingnya umat Muslim menunaikan salat berjamaah ke Masjid di bulan suci Ramadan.

“Dugaan sementara latar belakangnya pelaku merasa tersinggung tiap kali pak Imam (korban, red) menyampaikan yang tidak atau jarang ke masjid agar ke masjid melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Selalu menyampaikan tentang pentingnya beribadah berjamaah di bulan suci. Namun pelaku merasa tersinggung padahal, korban tidak pernah menyebut nama,” aku Sumarwan.

Baca Juga  Dramatis Penangkapan di Lamuru Bone, Pemuda Kepung Rumah Pelaku

Sementara itu, korban yang dianiaya pelaku mengalami luka. Korban langsung dilarikan ke RSUD Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar untuk menjalani perawatan medik.

Akibat aksi pelaku, korban mengalami luka pada bagian lengan kiri. “Korban terluka, bagian lengan kirinya. Pelaku saat ini sudah diamankan dan pelaku menyerahkan diri usai melakukan aksinya,” tambah Sumarwan. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan