Ribuan Warga Bone Kejar Paket C – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Ribuan Warga Bone Kejar Paket C

  • Bagikan
FOTO: Antusias, peserta didik Kejar Paket B mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan setara Nasional di SKB Kabupaten Bone. (SUGIANTO/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, BONE – Ribuan warga Kabupaten Bone berburu ijazah kesetaraan baik melalui kelompok belajar Paket C atau setara SD, Paket B setara SMP, maupun Paket C setara SMA.

Dalam kurun waktu setahun ini tercatat 2.800 warga telah menempuh pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C dan mengikuti Ujian Paket Kesetaraan (UPK) mulai 7-12 April, UPK Paket C dan 19-22 April UPK Paket B serta UPK Paket A yang baru dilaksanakan pada 26-28 April 2021.

Sejumlah peserta beralasan bersekolah di jalur non formal dengan menempuh pendidikan kesetaraan adalah untuk persiapan bilamana dibutuhkan di dunia kerja.

Baca Juga  SMA Di Bone Andalkan Tenaga Honorer, Kasek Trauma Kelola Dana BOS

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupten Bone Suryanto membenarkan, minat warga setempat untuk mengantongi ijazah pendidikan tingkat menengah meski melalui jalur non formal, cukup tinggi.

“Bone saja pada 2021 tercatat 2.800 lebih peserta didik Kejar Paket A, B dan C mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan setarap Nasional,” ungkap Suryanto.

Sementara itu, Ketua Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupten Bone Hartini menuturkan di SKB ada 148 orang yang terdaftar untuk ikut pendidikan kejar paket dan 112 di Paket B serta 10 peserta pada Kejar Paket A.

Baca Juga  Innalillah, Mantan Anggota DPRD Bone Meninggal Dunia

“Antusias masyarakat untuk mengikuti pendidikan kesetaraan masih cukup tinggi itu terlihat dari yang terdaftar dalam dapodik,” ungkapnya.

Menurut Hartini, kejar paket kesetaraan itu masih diprogramkan sebagai lembaga non formal yang bisa memberikan peluang belajar kepada warga putus sekolah.

“Intinya, semua orang berhak mendapat pendidikan, jadi sebagai guru pamong belajar harus tetap mengejar warga putus sekolah sampai bisa masuk sebagai warga belajar paket kesetaraan,” jelas Hartini. (*)

  • Bagikan