Awas, Jeratan dan Jebakan China – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Awas, Jeratan dan Jebakan China

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Melihat fenomena yang ada saat ini, secara global seakan negara China sudah merupakan menjadi raksasa ekonomi setelah Amerika Serikat, salah satu cita-cita Xi Jin Ping yang ingin menguasai ekonomi telah terwujud, berbagai sektoral mereka telah kuasai, mulai dari manufakturing sampai dengan teknologi, patut diwaspadai karena mereka mencapai dirinya sudah menjadi negara yang super maju. Cengkraman ekonomi China sudah menghinggapi sendi-sendi ekonomi negara Asia, apalagi ekonomi ASEAN.

Indonesia adalah salah satu tempat yang paling empuk bagi mereka lirik, bagaimana tidak, Indonesia yang sudah kita kenal menjadi juru kunci di ASEAN, bahkan kalau kita mendengar kata Indonesia orang-orang pasti akan mengingat Sumber Daya Alam yang luar biasa melimpah, berbagai komoditas sudah tersedia di sana, bahkan mulai dari komoditi perikanan, perkebunan, kehutanan termasuk migas dan nomigas, sudah tersedia. Ibarat kata orang awam mengatakan, melempar biji apa saja di tanah Indonesia akan tumbuh.

Nah, inilah keistimewaan Indonesia yang diberikan Tuhan kepada rakyat Indonesia yaitu Sumber Daya Alam yang melimpah, dengan kekayaan yang melimpah ini dapat menghidupkan negara lain seperti Singapura yang notabene sudah menjadikan satu-satunya negara maju di ASEAN berkat konstribusi yang besar dari Indonesia.

Baca Juga  Astra International Siapkan Capex Rp 24 Triliun di Tahun 2020

Kalau kita berbicara Sumber Daya Alam, Indonesia juaranya, akan tetapi sumber daya alam banyak tanpa ada kemampuan mengelola sama juga bohong, di sinilah Indonesia berpikir bagaimana bisa hidup dan memberdayakan potensi kalau tidak berdagang menjual hasil buminya kepada siapa saja yang mau mengelola, asalkan bisa hidup untuk menambah devisanya. Ini yang sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun, sampai dengan sekarang ini.

Kesempatan inilah yang diambil oleh negara lain untuk bisa mengambil untung salah satunya seperti China untuk menggeser posisi Amerika Serikat yang mendominasi ekonomi Indonesia, dengan menawarkan kerjasama lintas sektor, baik dari segi teknologi maupun bantuan keuangan yang dikatakan menggunakan _underlying_ dari surat-surat berharga (obligasi jangka pendek sampai dengan jangka panjang) bahkan ada juga yang bilang China sekarang mengunakan emas sebagai _underlying_ , bisa jadi walaupun gunung emas belum bisa dipastikan ada di sana.

Berbagai iming-imimg ditawarkan kepada negara Indonesia dengan menawarkan bantuan suku bunga rendah, pinjaman dalam berupa Valas yang menggiurkan termasuk USD, menawarkan kerjasama dengan konsep alih teknologi. Setelah Indonesia terbuai dengan zona kenyaman dimana pemangku jabatan dan pengambil keputusan difasilitasi dengan fantastis, kemungkinan juga pemberian _undertable_ secara ilegal. Motto China kan, kita sudah ketahui bersama, bahwa konsep kehidupan yang mereka anut adalah real bisnis, sampai-sampai bisnis tanpa ampun, lihatlah negara yang telah mereka kuasai di negara Afrika: seperti Zimbabwe, Urganda, dan negara lain yang sudah alih mata uang menjadi mata uang Yuan di negara tersebut. Sampai sekarang dan detik ini Indonesia pun ditawari utang lagi melalui Asia Develepment Bank (ADB) notabene instruksi China sebagai pemodal mayoritas. Bersama sudah kita ketahui bahwa pinjaman kita sudah mencapai Rp6.361 Trilliun year on year setiap bulan menaik 600 triliun dalam tahun 2020, balance of payment defisit APBN 3 persen dari PDB (red position) rekor dalam sejarah Indonesia setelah krisis kewangan 1997. Jadi kesimpulannya, janganlah kita terlalu besar kepala dan terbuai untuk melayani pujian dari negara lain, bisa jadi itu taktik dan jebakan batman (China). Makassar, 26 April 2021. (*)

Baca Juga  Keren, HIPMI Pinrang Masuk Desa Lahirkan Pengusaha Baru
Temukan Kami:
  • Bagikan