Larangan Mudik Lebaran di Sinjai, Begini Skemanya – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Larangan Mudik Lebaran di Sinjai, Begini Skemanya

  • Bagikan
Foto: Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong saat memimpin Rapat terkait larangan mudik Lebaran tahun ini. (Istimewa)

BONEPOS.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai telah menyiapkan skema guna mencegah bagi pemudik, lantaran adanya kebijakan larangan mudik Lebaran tahun 2021 ini.

Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan pelaksanaan peniadaan mudik Hari Raya Idulfitri tahun 2021 yang dipimpin Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong di Ruang Kerjanya, Selasa (27/4/2021).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Polres dan Kodim 1424 Sinjai, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Budiaman serta beberapa instansi terkait lainnya.

Andi Kartini mengatakan, peniadaan mudik ini merupakan tindak lanjut dari Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah, upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan yang diterbitkan Satgas Covid-19.

Baca Juga  Gerakan Rp1.000 Jumat Inovasi Sekda Sinjai Sasar Mahasiswa Tidak Mampu

Selain itu, Andi Kartini lanjut menjelaskan, juga dengan adanya instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 9 tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro (PPKM).

“Hari ini kita rapat dengan mengundang semua instansi terkait tiada lain agar segera merapatkan barisan untuk menindaklanjuti instruksi tersebut,” ungkapnya.

Dari hasil rapat tersebut, Andi Kartini menegaskan akan diterapkan pelarangan mudik sehingga beberapa upaya segera dilakuakan, seperti pendirian posko disetiap poros perbatasan, mengaktifkan kembali posko PPKM diseluruh kecamatan, kelurahan dan desa serta menyiapkan ruang isolasi.

Baca Juga  Pariwisata Sinjai Kian Menggeliat, Target PAD Capai Target

Dia berharap semua stakeholder secara terpadu menyusun skema untuk peniadaan mudik ini, dan semua elemen masyarajat diminta memahami aturan ini demi keselamatan bersama.

“Kami selaku pemerintah daerah berharap agar semua pihak dan masyarakat maklum dan patuh akan hal ini, yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih ada hingga saat ini,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan