Kasek Gamaliel Titip Pesan Kesadaran Pentingnya Pendidikan, Begini Isinya – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Kasek Gamaliel Titip Pesan Kesadaran Pentingnya Pendidikan, Begini Isinya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sarat makna. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kasek) SMA Gamaliel Makassar, Yohanis Suppu.

Kata pria yang karib disapa Anis, secara pribadi memaknai Hardiknas tahun ini sesuai program Kemendikbud dengan tagline ”Merdeka Belajar”.

“Sebagai guru untuk mewujudkan merdeka belajar bagi murid maka saya melaksanakan pembelajaran yang holistik, yaitu pembelajatan yang menyentuh pengetahuan, keterampilan dan karekter. Hal ini dimulai dengan pola pikir bahwa semua murid memiliki kemampuan yang berbeda,” jelas Anis, kepada Boneposcom, Senin (2/5/2021).

“Tidak membanding-bandingkan murid, menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodir jenis-jenis kecerdasan intelektual murid, membuat suasana belajar yang nyaman, memfasilitasi murid untuk belajar ‘out of the box’, dengan membiasakan murid untuk berpikir kristis dan inovatif,” sambungnya.

Baca Juga  Ini Dia Misi Besar FK Unismuh Tahun 2020

Pada sisi yang lain, pria yang juga mahasiswa Pascasarjana STIEM Bongaya Makassar ini menilai, sebagai murid mahasiswa maka untuk mewujudkan merdeka belajar maka dia harus punya pola pikir seperti yang diutarakan oleh Bapak Pendidikan Republik Indonesia Ki Hajar Dewantara.

“Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan semua orang sebagai guru. Hal ini juga sejalan dengan ‘prinsip belajar sepanjang hayat’ dan literasi dalam berbagai bidang. Saat ini tidak ada alasan bagi saya untuk tidak belajar karena semua akses terbuka lebar,” papar Anis.

Lelaki kelahiran Tana Toraja, 1 Januari 1984 ini menuturkan, ada tiga istilah dalam dunia pendidikan yaitu; mengajar, melatih, dan mendidik.

“Mengajar adalah dari proses dari tidak tahu menjadi tahu (pengetahuan), melatih adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa (keterampilan), mendidik adalah proses dari tidak baik menjadi baik (karakter). Pengetahuan dan keterampilan mungkin saat ini mudah dilakukan apalagi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, tetapi tidak demikian dengan mendidik atau membentuk karakter, hal ini butuh proses yang panjang,” ungkap Anis.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Kawal Pemulihan Kabupaten/Kota, Ini Alasannya

“Bapak Ki Hajar Dewantara juga sudah memberi kunci pembentukan karakter melalui semboyan Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani – di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan dorongan. Semoga kehadiran kita selalu menjadi teladan, memberi semangat dan memberi dorongan untuk kemajuan pendidikan dan kualitas generasi.
Selamat hari pendidikan nasional tahun 2021,” kuncinya. (*)

  • Bagikan