Mau Tahu Cara Meraih Takwa dan Menggapai Fitrah, Berikut Caranya – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Mau Tahu Cara Meraih Takwa dan Menggapai Fitrah, Berikut Caranya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Hari ke-22 Pesantren Ramadan Virtual UMI membahas “Meraih Takwa dan Menggapai Fitrah” dengan narasumber Dr.Muli Umiati Noer, M.Hum/Direktur Akademi Bahasa Asing UMI, Selasa (4/5/2021).

Hadir Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UMI Dr. dr. Nasruddin Andi Mappawere, Sp.OG, Wakil Dekan I FAI UMI, Para Kajian UPT PKD UMI, para Wakil Dekan IV UMI, KTU UPT PKD UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr. Nurjannah Abna.

Dr.Muli Umiati Noer menjelaskan, di bulan Ramadan dalam menjalankan puasa dan berbagai ibadah lainnya. Dengan tujuan meraih derajat takwa.

Selain itu, orang yang paling mulia di sisi Tuhan, adalah yang paling bertakwa.

“Dengan meraih derajat takwa menjadikan umat Islam mendapatkan fitrah, yakni suci bersih, bagaikan lahir dari perut ibu,” jelasnya.

Host Dr. M.Ishaq Shamad mempertanyakan bagaimana ciri-ciri atau indikator seseorang dikatakan bertakwa?

Sebab jika hanya mengatakan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Dibutuhkan ciri orang bertakwa yang lebih spesifik.

Kabid Konseling UPT PKD UMI menyampaikan, salah satu ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang mampu menahan lisannya untuk tidak berbohong.

Baca Juga  Ada Tiga Sifat dalam Layanan Islami di Bulan Ramadan, Apa Saja?

“Menahan semua panca indranya agar tidak melakukan perbuatan dosa,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Kajian UPT.PKD UMI Bambang Sampurno menambahkan, ciri orang bertakwa sesuai yang dijelaskan di dalam Alquran adalah orang yang lebih humanis dalam hidupnya, ia ringan tangan membantu sesama, suka memaafkan, dan ia memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada kemanusiaan.

Adapun Dr.dr.Nasruddin berujar, ciri orang bertakwa adalah orang yang senantiasa takut berbuat jahat, dimanapun ia berada, apakah ia bersama orang lain atau Ketika ia sendirian.

“Apakah ia di kantor atau di rumah, atau dimana saja ia selalu merasa Bersama Allah Swt. Ia menceritakan bagaimana pengalamannya ketika ia menolong ibu melahirkan anaknya. Ia tidak memandang, apakah ibu ini sebelumnya pernah berzina atau berbuat baik, tetapi anak yang akan ditolong, adalah anak yang fitrah dan bersih dari segala dosa, dan saat menolongnya ia berusaha menghadirkan Allah Swt, sehingga Alhamdulillah, Allah menolong anak-anak tersebut lahir ke dunia,” sebutnya.

Baca Juga  Pj Iqbal Kawal Visi Misi Presiden RI Jokowi di Makassar

Intinya, salah satu ciri orang bertakwa, adalah dengan selalu menghadirkan Allah Swt dimana saja, disertai dengan niat dan menjalankan tugas secara professional sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Namun demikian, dipertanyakan bagaimana dengan dosa-dosa yang pernah diperbuat, apakah betul-betul ketika diampuni oleh Allah, dosa-dosa tersebut hilang? Bagaimana dengan “CCTV” Allah Swt melalui Malaikat Atid dan Rakib?

Host Dr.M.Ishaq Shamad mengungkapkan, dosa dan pahala manusia pasti tercatat dengan rapih oleh Malaikat Atid dan Rakib, namun di hari akhirat, bagi orang yang diampuni dosanya oleh Allah Swt, hanya sekadar diperlihatkan saja, kemudian dihapus, sehingga yang tinggal, hanya amal baiknya saja.

Host Dr.Nurjannah Abna menutup dengan mengemukakan bahwa anak yang lahir memiliki fitrah kesucian, sehingga anak-anak tidak akan menanggung dosa dari kedua orang tuanya. Tetapi sebaliknya setiap orang akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah Swt,

Selain itu ditambahkan dimana pun kita berada. Profesi apapun yang kita jalani. Maka semuanya kita jalankan dengan keikhlasan dan niat untuk mendapatkan ridhaNya. (*)

  • Bagikan