Pemerhati Seni dan Budaya di Takalar Ngabuburit dengan Tarian – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Pemerhati Seni dan Budaya di Takalar Ngabuburit dengan Tarian

  • Bagikan
Dua gadis penari diiringi dengan gendang dan pui-pui khas suku Bugis-Makassar. (SYAHRUL/BONEPO.COM)

BONEPOS.COM, GOWA – Setiap orang berbagai cara dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Seperti yang dilakukan pemuda-pemudi di Kabupaten Takalar, selain dengan menggelar ngabuburit, kelompok pemuda ini juga melestarikan budaya.

Rijal Andriady daeng Gassing, pemerhati Budaya mengatakan, kegiatan ngabuburit ini dengan tetap melestarikan budaya adalah kegiatan yang bernilai positif.

“Kita menunggu waktu buka puasa bersama dengan cara yang berbeda, kita menampilkan adat budaya yang harus terus dilestarikan, seperti yang dilakukan di pinggir pantai ini,” kata Rijal, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga  Mahasiswa KKL STIEM Bongaya di Gowa Bantu Sulbar, Begini Caranya

Kelompok pemerhati seni dan budaya ini melakukan ngabuburit bersama di Pantai Saro, Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“Kita lakukan ini karena belakangan ini sudah mulai terkikis budaya-budaya suku Bugis Makassar. Selain menari, gendang, juga kita melakukan angngaru dimana angngaru merupakan salah satu penyumpahan ikrar janji setia kepada raja,” kata dia.

Baca Juga  Rektor Unismuh Makassar Bincang Bareng Bupati Gowa, Adnan Garansi Kenyamanan

Alunan suara pui-pui, gendang dan tarian erotis gadis pemerhati seni ini membuat para wisatawan banyak yang menikmati. Selain itu juga menunggu untuk berbuka puasa dan memperkenalkan adat istiadat suku Bugis Makassar.

  • Bagikan