Sengit Perebutan Kursi Ketua Golkar Luwu Utara, Kompak Bersaing Buru Diskresi DPP – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Sengit Perebutan Kursi Ketua Golkar Luwu Utara, Kompak Bersaing Buru Diskresi DPP

  • Bagikan

BONEPOS.COM, LUWU UTARA – Sederet nama tokoh disebut-sebut bakal memanaskan pertarungan di Musda DPD II Golkar Luwu Utara (Lutra).

Mereka yang diprediksi bertarung, yakni Indah Putri Indriani, Arifin Junaedi (Arjuna), hingga Suaib Mansur. Hanya saja mereka harus mengantongi Diskresi dari DPP.

DPD II Golkar Luwu Utara telah membuka pendaftaran bakal calon ketua. Pendaftaran dibuka selama enam hari, mulai Rabu (5/5/2021) hingga Sabtu (8/5/2021).

“Pendaftarannya sudah kita buka hari ini, sampai Sabtu 8 Mei. Itu sudah termasuk waktu pengambilan dan pengembalian formulir,” jelas Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara, Arifin Junaedi, Rabu (5/5/2021).

Pria yang beken dipanggil Arjuna itu melanjutkan, untuk pelaksanaan Musda hingga saat belum ditentukan DPD I Golkar Sulsel, dikarenakan DPD I yang nantinya menentukan waktu pelaksanaan Musda Golkar Lutra.

Baca Juga  Tak Ada Lawan, Fahsar Calon Tunggal di Musda Golkar Bone

“Kemungkinan setelah Lebaran,” sebut mantan Bupati Luwu Utara itu.

Soal tokoh yang disebut-sebut akan ikut bertarung nantinya selain Arifin Junaedi, juga ada nama Bupati Luwu Utara dua periode Indah Putri Indriani, dan ada juga kader mendorong nama Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur.

Hanya saja, salah satu aturan di internal Partai Golkar menyebutkan, setiap kader yang ingin menjadi ketua baik di tingkat DPD I atau DPD II minimal telah berstatus kader partai 5 tahun.

Artinya baik Arifin Junaedi, Indah Putri Indriani, dan Suaib Mansur jika benar ingin ikut bertarung di arena musda DPD II Golkar Luwu Utara nantinya harus mengantongi diskresi dari DPP Golkar.

Sebab ketiga tokoh tersebut belum genap lima tahun berstatus sebagai kader partai berlambang pohon beringin rimbun itu.

Baca Juga  Berburu Diskresi Ketum Golkar di Musda Golkar Enrekang, Bila

Pada 2019 yang lalu Arifin Junaedi meninggalkan partai Golkar, dan bergabung di PAN, bahkan Arifin juga mendapat jabatan sebagai Majelis Penasihat Partai (MPP) PAN, bahkan Arifin juga mendaftarkan namanya sebagai caleg DPR RI di partai berlambang matahari terbit itu.

“2019 yang lalu beliau (Arjuna, red) memang gabung di PAN dan mendaftar sebagai caleg DPR RI,” Kata Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Irfan AB.

Sedangkan Indah Putri Indriani juga belum genap lima tahun berstatus sebagai kader Golkar. Sebab 2019 lalu bupati perempuan pertama di Sulsel itu baru bergabung ke Golkar setelah sebelumnya menjadi kader Gerindra. Sementara Suaib Mansur tahun lalu baru melepaskan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN). (*)

  • Bagikan