Keren, Fungsi Ganda Pembangunan Embung di Bontompare Sinjai – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Keren, Fungsi Ganda Pembangunan Embung di Bontompare Sinjai

  • Bagikan
Foto: Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, Andi Sarifuddin. (ANDI IRFAN ARJUNA)

BONEPOS.COM, SINJAI – Kegiatan pembangunan embung yang rencananya akan dibangun di Lingkungan Bontompare, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, desainnya sudah ada di Balai Pompengan Pusat melalui Pompengan Jeneberang pada tahun 2020 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, Andi Sarifuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).
“Desainnya dengan jumlah kurang lebih Rp600 juta, sehingga menghasilkan RAB kurang lebih Rp30 miliar untuk pekerjaan fisiknya nantinya. Tetapi, ada ketentuan bahwa pada saat ini dilaksanakan harus ada tersedia pembebasan lahan dan kajian lingkungan,” ujarnya.

Lanjut Andi Sarifuddin mengatakan, setelah pembebasan lahan dan kajian lingkungannya tersedia barulah diajukan ke Kementerian PUPR Pusat untuk diproses pelaksanaan pembangunannya.

Baca Juga  Animasi Bakar Ban Bekas, Begini Tuntutan Soal Transparansi Anggaran Covid-19

Dia juga menjelaskan, untuk pembangunan embung ini bukan hanya salah satunya pengendali banjir, tetapi juga harus ada kolam retensi di bagian hilir, saluran drainase yang harus lancar dan pengelolaan sampah yang baik.

“Ketika saluran drainase lancar masuk ke kolam retensi di pompa ke sungai Mangottong, artinya sehingga dapat mengurangi dampak yang sangat besar untuk mengatasi banjir,” ungkapnya.

Baca Juga  Dua Polsek di Sinjai Kena Sanksi, Ini Alasannya

Fungsi pembangunan embung ini adalah untuk menampung air untuk pengendali banjir, selain itu dibangun untuk plaza wisata termasuk untuk tempat olahraga dan nanti akan lebih dipercantik dengan membuat semacam ikon air terjun.

“Untuk anggaran RAB yang saya sebutkan senilai Rp30 miliar tadi belum ada, cuma ini baru hasil desain produk dari konsultan bahwa kebutuhan anggaran fisik rencana pembangunannya kurang lebih Rp30 miliar,” jelasnya.

“Tetapi dengan catatan lahannya sudah dibebaskan dengan disertakan dengan kajian lingkungannya,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan