Mangkir Panggilan BK, Kasus Anggota DPRD Usai Nikahi Gadis Dihamili Berlanjut – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Mangkir Panggilan BK, Kasus Anggota DPRD Usai Nikahi Gadis Dihamili Berlanjut

  • Bagikan
Foto: Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jeneponto, Awaluddin Sinring. (ISTIMEWA)

BONEPOS.COM, JENEPONTO – Kabar kasus anggota dewan Jeneponto, KD dengan salah seorang wanita yang baru dinikahi kini terus berlanjut.

Kabar tersebut disampaikan oleh wakil ketua badan kehormatan (BK) DPRD Jeneponto, Awaluddin Sindring.

Menurut Sindring, bahwa kasus yang saat ini ditangani pihaknya telah masuk tahap pemanggilan terlapor dan melakukan full baket atau mengumpulkan sejumlah alat bukti.

“Kita sudah melakukan langkah persuratan ke bersangkutan, hari ini sebenarnya jam 1 kami tunggu, tapi sampai jam sekian belum ada di ruang ini,” ujarnya, Rabu (5/5/2021).

Ia menjelaskan, akan dilakukan pelayangan surat pemanggilan ke dua terhadap KD.

Baca Juga  Begini Penjelasan Lengkap Soal Musala Arah Kiblat ke Utara di Jeneponto

“Kita akan melakukan pemanggilan kedua sampai ketiga. Ketika pemanggilan ketiga juga tidak direspons maka dengan sendirinya BK akan berlanjut, untuk proses-proses kita hanya kumpulkan full baket,” jelasnya.

Dia mengatakan, soal sanksi yang akan diberikan terhadap KD, pihaknya mengaku belum menyimpulkan sanksi apa saja yang akan dikenakan.

“Terkait nanti bagaimana proses sanksinya itu kita tunggu tata cara beracara,” ungkapnya.

Dia mengaku belum bisa memastikan kasus tersebut besar atau tidak. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil full baket dan penyelidikan dari tim di lapangan.

Baca Juga  Makna Peringatan Hari Pancasila ala Dandim 1425 Jeneponto 

“Iya nanti kita lihat sejauh mana nanti hasil teman-teman untuk pengumpulan baket dan hasil penyelidikan. Nanti kita lihat terkait pengaduan si wanita itu nanti kita konfirmasi sejauh mana. Dan ini juga tetap kami akan konsultasikan le tingkat lebih tinggi,” terangnya.

Namun, ketika pengadu dan teradu telah dipanggil untuk dimintai keterangan, di situlah BK akan menyimpulkan sedang atau berat kasus tersebut.

“Nanti mungkin setelah pemanggilan untuk mengambil keteranganya si pengadu dan teradu itu nanti kita lihat sejauh mana pelanggaranya apakah sedang atau berat. Kita ada berapa tingkatan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan