Menjaga Asa Kebaikan Saat Ramadan Berakhir, Simak Caranya – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Menjaga Asa Kebaikan Saat Ramadan Berakhir, Simak Caranya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Hari ke-24 Pesantren Ramadan Virtual UMI membahas “Puasa sebagai Pusat Pelatihan dan Meramadhankan Sebelas Bulan Lainnya” dengan Narasumber Dr.Hj.Nurjannah Abna, M.Pd/Kepala Humas dan Protokol UMI, Kamis (6/5/2021).

Hadir Wakil Dekan I FK UMI Dr.dr.Nasruddin Andi Mappawere, Kabid Konseling UPT. PKD UMI Syahrul, M.Psi., para Wakil Dekan IV UMI, dan sejumlah mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M. Ishaq Shamad dan Ir.Rusli Roy.

Dr.Nurjannah Abna menjelaskan, bulan Ramadan menjadi pusat pelatihan bagi umat Islam untuk dapat mengendalikan diri, mengendalikan emosi, dan meningkatkan kemampuan untuk berbagi kepada sesama.

Selain itu, bulan puasa juga mendidik dan melatih untuk melakukan banyak ibadah, terutama ibadah salat, baik salat wajib maupun salat sunah.

Dikatakannya, keberhasilan puasa yang dilakukan dapat dilihat indikatornya setelah selesai bulan Ramadan.

“Apakah umat Islam masih mampu melanjutkan semua ibadah yang dilakukan di dalam bulan Ramadan,” jelasnya.

Baca Juga  Yuk, Kenali Konsep Tawadu dalam Islam

Host Dr.M.Ishaq Shamad mengemukakan, di sinilah perlunya meramadhankan sebelas bulan di luar bulan Ramadan, dengan berusaha menjalankan ibadah salat Lail, menjaga lisan, menjaga emosi, dan berusaha tetap saling membantu sesama.

Ir Rusli Roy menanyakan bagaimana tips mempertahankan agar kebiasaan baik di bulan Ramadan, senantiasa terpelihara di luar bulan Ramadan.

Kabid Konseling UPT PKD UMI Syahrul menjawab dengan mengemukakan pentingnya melakukan “Habituasi”, yakni membiasakan diri terhadap amalan-amalan dan ibadah yang dilakukan selama bulan suci Ramadan.

Kebiasaan Salat lima waktu, salat-salat sunah di malam hari, dilakukan dengan salat Lail di luar bulan Ramadan.

“Selain itu, kebiasaan membantu sesama manusia dengan memberi makan dan minum bagi orang yang membutuhkan,” paparnya.

Dr.Nasruddin Andi Mappawere, menambahkan, pentingnya menjadikan bulan Ramadan sebagai puncak dari ibadah-ibadah yang dilakukan di luar bulan Ramadan sebelumnya.

Baca Juga  KPID Sulsel Curhat, Begini Janji Kapolda Soal TV Kabel Ilegal

Bukan bulan Ramadan yang menjadi awal dimulainya ibadah-ibadah dan kebiasaan yang baik, kemudian diteruskan di luar bulan Ramadan.

Namun, jika ada yang melaksanakannya demikian, juga tidak apa-apa atau bisa disebut “blended”.

Selain itu, Ramadan sebenarnya diartikan sebagai “Rahim”, seperti pada Rahim ibu, selain berarti kasih sayang. Bulan Ramadan menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia, ibaratnya kasih sayang ibu kepada anak-anaknya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad melanjutkan, di dalam Rahim ibu, ada tali pusar, yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi dan jalur nutrisi bayi dari ibunya. Hubungan yang sangat erat antara ibu dan anaknya terus berlanjut sampai bayi tersebut dewasa. Demikian pula-lah, harapannya agar bulan Ramadan tetap ter-conected dengan dengan bulan-bulan lainnya di luar Ramadan, sehingga kebiasaan baik dalam beribadah di dalam bulan puasa tetap terpateri di luar bulan Ramadan. (*

Temukan Kami:
  • Bagikan