Dua Hari Diguyur Hujan, Ruas Jalan di Sinjai Dikepung Banjir – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Dua Hari Diguyur Hujan, Ruas Jalan di Sinjai Dikepung Banjir

  • Bagikan
Foto: Salah satu ruas jalan dalam kota Sinjai yang tergenang banjir.

BONEPOS.COM, SINJAI – Setelah dua hari diguyur hujan deras, sejumlah ruas jalan di dalam kota Sinjai, banjir.

Dari pantauan Boneposcom, beberapa ruas jalan utama dalam kota Sinjai yang banjir, yakni di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tondong, Jalan KH. Agus Salim, Jalan dr. Hamka, dan Jalan Bulu Lohe serta beberapa ruas jalan lain.

Diketahui, selain banjir yang terjadi di beberapa ruas jalan yang diakibatkan curah hujan yang tinggi, juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa ruas jalan serta angin puting beliung yang melanda dua unit rumah di Kecamatan Pulau Sembilan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Budiaman mengatakan, sesuai analisis BMKG yang diterima BPBD Sinjai, intensitas hujan semakin meningkat, sehingga pihaknya melakukan beberapa kegiatan untuk mengantisipasi.

Baca Juga  Sinjai Waspada Banjir, Bangun Embung Rp30 Miliar

Namun menurutnya, karena kondisi geografis yang ada saat ini di beberapa titik ruas jalan di kota Sinjai masih tergenang.

“Tadi kita sudah melakukan pemantuan dari beberapa ruas jalan yang tergenang air, termasuk di rumah sakit umum, ruang perawatan yang ada di sana air sudah masuk. Selain itu, pohon tumbang dan kami juga dapat informasi ada keretakan jembatan yang menghubungkan Sinjai dan Kajang Kabupaten bulukumba,” ungkapnya.

Menurut, Budiaman bahwa pihaknya sekarang fokus pada antisipasi risiko yang bakal timbul, sebab tidak ada lagi upaya yang dilakukan ketika kondisi curah hujan tinggi seperti sekarang ini, air pasang naik serta kondisi geografis yang ada.

“Kita masih kira-kira apa yang harus dilakukan, kemarin sudah ada rencana pembangunan embung mungkin tahun depan bisa terealisasi, tapi untuk saat ini jika musim hujan tiba kondisi memang begini, kita hanya upayakan meminimalisir kerusakan dan jangan sampai ada korban jiwa dari peristiwa ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Berikut Daerah Patut Waspada Banjir dan Banjir Bandang

Budiaman menambahkan, pihak juga selalu sigap ketika terjadi bencana alam dan langsung merespons dengan cepat kejadian-kejadian yang terjadi pada masyarakat.

Laporan semua direspons dengan baik walapun agak lambat, karena keterbatasan petugas yang ada dan frekuensi kejadian begitu cepat terjadi di beberapa titik, yang pasti tidak ada yang ditinggalkan.

“Termasuk bencana angin puting beliung di Pulau Sembilan, hanya saja karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan kita ke sana karena ombak cukup tinggi,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan