Ditetapkan Tersangka, Ketua DPC PDIP Terancam 5 Tahun Bui – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Ditetapkan Tersangka, Ketua DPC PDIP Terancam 5 Tahun Bui

  • Bagikan
Foto: Suasana di dalam ruang perawatan RS Padjonga Dg Ngalle saat Johan Nojeng dirawat pasca insiden penganiayaan yang dilakukan ketua DPC PDIP Takalar. (SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, JENEPONTO – AL, Ketua DPC Partai PDIP Takalar telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Takalar dalam kasus penganiyaan berat terhadap korbannya, Johan Nojeng.

AL disebut telah melakukan tindak pidana penganiyaan berat terhadap Johan Nojeng yang juga merupakan salah satu anggota legislatif DPRD di Kabupaten Takalar.

Johan Nojeng mengalami luka pada bagian tangan kiri dan kepala hingga mendapatkan beberapa jahitan di RS Padjonga Dg Ngalle, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kasus penganiyaan sesama anggota DPRD Takalar, untuk saat ini sudah satu orang tersangka, kita sudah laksanakan penahanan,” kata Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto, Sabtu (8/5/2021).

Baca Juga  Cerita Pegawai Honorer di Takalar Lumpuh Badan Usai Divaksin Kedua

Beny menjelaskan, penetapan tersangka AL adalah berdasarkan beberapa bukti yang relevan kuat dalam penyelidikan.

“Berdasarkan hasil visum dari RS, dan keterangan dari saksi. Untuk barang bukti sudah ada yang diamankan, untuk alat (double stick, red) belum kita dapat,” terangnya.

Sementara itu, Johan Nojeng diduga terluka akibat hantaman double stick yang dibawa oleh AL saat rapat Badan Musyawarah (Bamus) berlangsung di Gedung DPRD Takalar pada Senin (5/5/2021) lalu.

Pihaknya menyebutkan, sejauh ini tim penyidik Polres Takalar akan terus melakukan pendalaman kasus, selain itu juga akan dilakukan akan pemanggilan saksi lainnya.

Baca Juga  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Takalar

“Tentunya kita akan dalami lagi, sejauh ini sudah lebih tiga orang yang diperiksa. Kondisi korban dari hasil visum, korban memiliki tujuh jahitan ada didepan dan ada dua di belakang bagian kepala jadi total ada 9 jahitan,” beber Beny.

Kendati demikian, AL yang ditetapkan tersangka ini dikenakan pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat.

Mengacu dengan undang-undang tersebut, AL akan terancam pidana kurungan penjara maksimal lima tahun. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan