Kaitan Ibadah Ramadan dengan Kesehatan, Simak Selengkapnya – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Kaitan Ibadah Ramadan dengan Kesehatan, Simak Selengkapnya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Hari ke-28 Pesantren Ramadan Virtual UMI membahas “Ibadah-Ibadah di dalam Bulan Ramadan Kaitannya dengan Kesehatan”. Hadir narasumber Dr.dr.Nasruddin Andi Mappawere (Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UMI), Senin (10/5/2021).

Turut hadir Dekan Fakultas Teknik UMI Dr.Ir.H.Mukhtar Tahir, MT, Psikolog UPT PKD UMI Syahrul, M.Psi, sejumlah Wakil Dekan IV, dosen dan mahasiswa UMI, dipandu host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Dr. Nasruddin memaparkan, ibadah-ibadah di bulan Ramadan sangat berkaitan erat dengan kesehatan, misalnya puasa. Ternyata puasa yang dilakukan umat Islam selama 30 hari jika ditambahkan dengan puasa-puasa sunah di luar bulan Ramadan, maka totalnya sekitar 170 hari. Ini mengalahkan salah satu komunitas di Eropa yang berpuasa selama 150 hari dalam setahun, dan umurnya komunitas tersebut panjang-panjang (hasil penelitian).

Demikian pula salat, ternyata jika dihitung salat lima waktu dan salat-salat sunah yang dikerjakan 1,5 menit per rakaat, maka ada lebih dari 1 jam waktu yang digunakan salat dalam sehari semalam.

Baca Juga  Mau Tahu Cara Meraih Takwa dan Menggapai Fitrah, Berikut Caranya

Dalam waktu 1 jam tersebut, ternyata gerakan-gerakan tubuh sesuai dengan tuma’nina dalam salat, sangat membantu peredaran dalam darah manusia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

“Selain itu, Tadarus Alquran, yang jumlah juznya 30 dan 6.666 ayat, jumlah hurufnya 1.200.000, sehingga 1 huruf bernilai 10 pahala kebaikan, maka jika 1 kali khatam Alquran ada sekitar 10 juta pahala kebaikan,” jelasnya.

“Belum lagi dan doa yang dilantunkan di dalam bulan Ramadan, menjadikan hati dan qalbu manusia menjadi lebih tenang, sebagaimana firman Allah Swt, alaa bizikrillaahi tathmainnul qulub,” sebutnya.

Dr.Ir.H.Mukhtar Tahir membenarkan penjelasan Dr. Nasruddin tentang pentingnya puasa, sehingga orang tua dulu, usianya panjang-panjang karena mereka rajin puasa sunah Senin-Kamis.

Baca Juga  Malam Lailatul Qadar, Begini Tanda-tandanya

Ia menyebutkan, ayahnya sendiri berusia 87 tahun, penglihatan dan pendengarannya masih bagus, karena rajin puasa sunah.

Psikolog Syahrul, M.Psi menambahkan, jika puasa memberi stimulus dalam penyembuhan sejumlah penyakit generative, seperti hipertensi, stroke, dan lain sebagainya, sehingga sangat penting diteruskan dialog dan diskusi tentang puasa dan kesehatan, baik tinjauan medis maupun tinjauan ajaran Islam.

Hal ini diamini Host Dr. M.Ishaq Shamad dan menyampaikan semoga setelah Ramadan dapat diorganisir suatu diskusi berseri terkait dengan Kesehatan dan Pencerahan Qalbu.

“Sehingga ini bisa menjadi produk UMI dalam memberikan layanan kepada umat,” harapnya.

Host Dr.Nurjannah Abna menambahkan, di sinilah pentingnya ibadah-ibadah yang dilakukan di dalam bulan suci Ramadan, agar nanti dilanjutkan sesudah bulan Ramadan, karena sangat bermanfaat dalam meningkatkan Kesehatan jasmani dan rohani. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan