Bisa Dicontoh, Suasana Salat Idulfitri 1442 H Ala Prokes Ketat di Makassar, Ini Lokasinya – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Bisa Dicontoh, Suasana Salat Idulfitri 1442 H Ala Prokes Ketat di Makassar, Ini Lokasinya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Anjuran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melaksanakan salat Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, saat pandemi dilakukan di lingkungan rukun warga (RW).

Hal ini diimbaukan, untuk menekan penularan Covid-19 dalam gelaran salat Idulfitri yang bisa memicu kerumunan kelompok sehingga rentan terjadi penularan virus Corona.

Olehnya itu, demi kepentingan bersama rakyat, maka mudik ditiadakan, tapi masyarakat tetap bisa Salat Ied bersama dengan protokol kesehatan yang ketat. Jaga jarak, pakai masker, dan salat sesuai RW masing-masing.

Diharapkan, tetap bisa bersukacita merayakan kemenangan tanpa harus menambah jumlah korban Covid-19.

Secara pribadi, harus sadar akan pentingnya menjaga prokes tersebut. Termasuk jaga imun dan iman.

Seperti yang ditunjukkan warga Perumahan Puri Kencana Sari dan Puri Asri yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 8 Tepatnya di depan Mal MTos Ramayana Tamalanrea, RW 10 Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan menggelar salat Idulfitri secara sederhana dengan warga muslim yang ada di perumahan di Taman Segi Tiga dalam kompleks perumahan.

Ini merupakan kali kedua pelaksanaan salat id digelar sejak pandemi Covid-19.

Sejak pandemi Covid-19, sudah dua kali warga melaksanakan salat Idulfitri di perumahan ini. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan.

“Jadi dilaksanakan secara terbatas khusus warga perumahan saja,” kata Ketua RW 10 Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, Ir. Mansyur Alimuddin.

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 10, Ilyas mengatakan, untuk sementara warga perumahan salat Ied memisahkan diri dari warga masyarakat lainnya di sekitaran Mal Mtos seperti tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19, dengan memisahkan diri.

“Mereka bisa lebih tenang dan nyaman selama mendirikan salat sunah tersebut. Karena semua warga perumahan terpantau perjalanan dan pergerakannya, tidak ada yang bepergian dari daerah zona merah Covid-19. Jumlah jemaah pun tidak terlalu banyak sekitar 500 orang dengan tetap menjaga jarak mengatur saf dalam pelaksanaan salat Ied,” paparnya.

Baca Juga  Sinjai Kembali Masuk Zona Oranye, Polisi Sibuk

Sementara itu warga perumahan lainnya ketika ditemui Bonepos, Dr. Nukman As Daud, Sp.PD berujar, dalam menjalankan salat Ied, mereka menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat, mulai membawa sajadah masing-masing dari rumah, menggunakan masker, menjaga jarak dan bercuci tangan di rumah dan tidak kontak fisik sebelum dan sesudah salat Idulfitri.

“Kami tetap jalankan protokol kesehatan di tengah kondisi ujian yang belum berakhir. Tetap semangat untuk beribadah dan selalu mohon perlindungan kepada Allah SWT,” ucap Nukman.

Salah satu tokoh masyarakat perumahan yakni Prof Dr drg H. Hasanuddin Thahir, M.Kes, Sp.Perio(K) menambahkan, diibaratkan air yang jatuh di atas daun talas atau batu. Bila jatuhnya di atas daun talas maka air itu akan habis tak berbekas jika daun talas itu bergoyang tertiup angin. Tidak seperti batu, meski keras namun jika terkena tetesan air secara terus menerus maka akan berbekas.

“Itulah makna usai kita menjalani puasa Ramadan, di momen Idulfitri ini pemerintah membatasi untuk tidak mudik ke kampung halaman, mari kita perkuat tali silaturrahmi antar warga perumahan dengan salat Ied dalam kompleks perumahan,” ujarnya.

“Pelaksanakan salat Ied berlangsung khidmat, berjalan sukses dan lancar,” sambung Prof Hasan–sapaan akrabnya kepada Boneposcom usai salat Ied, Kamis (13/5/2021).

Pelaksanaan acara salat Ied dan takbir dipandu Dr. Ansir Launtu, ST,SE,MM yang juga dosen Tetap STIEM Bongaya Makassar, bertindak sebagai pemandu tata cara salat Ied yaitu Imam Masjid Al Aqsha yaitu Ustaz Supardi, S.Ag, yang bertindak sebagai Imam yakni Imam Mesjid Nur Asri yaitu Ustaz Fauzan Azzimah, S.Pdi. Sementara khotib pada shalat Ied, Ustaz H. Imran LC., M.Fi dalam khutbahnya menyampaikan rasa prihatin dengan kondisi Idulfitri tahun ini yang serba kekurangan dan penuh kesedihan. Tidak terbayang sebelumnya, ujar dia, Virus Corona akan menggemparkan dunia hingga tembus bulan Ramadan.

Baca Juga  IWO Kecam Penahanan Wartawan Soal Berita, Begini Penjelasannya

Dikatakannya, secara filosofis, Ramadan mengandung makna bulan tersebut adalah bulan ujian untuk bersabar baik dari segi fisik maupun batin. Sehingga seorang mukmin bisa membakar segala kesalahan dan dosa yang ia miliki ketika berhasil melalui ujian puasa tersebut.

Dari semua itu, disampaikan hikmahnya penting memaknai puasa di bulan Ramadan.

“Apakah amalan yang kita lakukan selama bulan Ramadan itu tetap kita implementasikan pada hari-hari berikutnya. Syukur Alhamdulillah pada pagi hari ini kita telah selesai melaksanakan ibadah puasa, salat Tarawih, menunaikan zakat dan dirangkai dengan jamaah salat Idulfitri bersama-sama. Setelah kita Salat Ied mari kita saling memaafkan, mari kita teruskan menyinari rumah kita dengan salat, bacaan Alquran dan salawat serta menjauhkan diri dari godaan syaitan. Doa kita semua, mudah-mudahan puasa dan ibadah-ibadah kita mampu menghantarkan kita meraih kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin,” jelas Imran.

Usai rangkaian pelaksanaan salat Idulfitri dilanjutkan dengan silaturahmi saling memaafkan antar warga perumahan Puri Kencana dan Puri Asri dengan menerapkan protokol kesehatan dengan tidak berjabat tangan dan tidak kontak fisik dan diakhiri acara dirangkaian dengan berfoto bersama warga perumahan diantaranya Prof Hasanuddin, Dr. Nukman, Dr. Ansir Launtu, Dr. Yasir Haskas, Kolonel Dr. Zainal Abidin, Letkol Deswanto, Ir.Mansyur Alimuddin, Ir. Taharuddin, Ir Mahmud, Drs.Kasim Qurais, Ir. Ilyas, Haeruddin SE, Harianto, Supardi,S.Ag, Fauzan Assimah,S.Pdi, H. Imran LC dll. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan