Isi Curahan Hati Nelayan Tradisional: Bone “Surga” Aktivitas Trawl – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Isi Curahan Hati Nelayan Tradisional: Bone “Surga” Aktivitas Trawl

  • Bagikan
Foto: Suasana nelayan tradisional di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kompak dan tegas melarang trawl. (BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, BONE – Ratusan nelayan tradisional di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), geram dengan aksi pelaku Trawl. Pengoperasian trawl di Bone, terkesan tanpa penindakan.

Salah satu nelayan tradisional, Ibnu Saleh (58) mengaku, persoalan operasi trawl di Teluk Bone, tidak pernah selesai. Terus beroperasi, tanpa ada penindakan serius dari aparat penegak hukum.

“Kami menunggu sikap tegas dari aparat untuk menindak operasi trawl,” ujar Ibnu Saleh, kepada Boneposcom, Senin (14/6/2021).

Baca Juga  Bagikan Masker dan Sembako, Tim Rio Padjalangi Edukasi Putus Rantai Covid-19

Pengoperasian trawl dinilai nelayan tradisional di Bone sangat merugikan nelayan dan merusak biota laut.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 31).

Baca Juga  Aduh, Masyarakat "Tumpah", Abai Protokol Kesehatan

Nelayan tradisional Bone lainnya, Abdul Kasad (44) berujar, aturan tentang trawl sangat jelas. Makanya, pelaku yang terlibat operasi trawl harus mendapatkan proses hukum yang berlaku.

“Perlu penindakan serius. Musnahkan saja trawl,” tegasnya. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan