OPINI: Prospek Industri Halal – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

OPINI: Prospek Industri Halal

  • Bagikan
Saifullah Masdar - Staf Halal & Jasa Teknik Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, Makassar

Industri halal yang terus menerus berkembang diseluruh dunia menjadi potensi baru yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan devisa suatu Negara. Industri halal meliputi makanan halal, minuman halal, kecantikan halal, pengobatan halal, restoran halal, dan wisata halal memang menjadi trend baru yang dilirik oleh banyak kalangan.

Konsep Halal Life Style bahkan sudah tidak asing terdengar baik dikalangan muslim maupun non muslim. Contohnya pada industri makanan halal, pada sektor ini pertumbuhannya didorong oleh manfaat kesehatan yang ditawarkan. Dengan prosedur ketat dan nutrisi sehat, menjadi pilhan bukan hanya dikalangan muslim tetapi juga dikalangan masyarakat non muslim.

Pertumbuhan disektor industri makanan halal dapat dilihat dari data “The Global Islamic Economy Report tahun 2019-2020” menyatakan bahwa sektor makanan halal mengalami evolusi yang besar saat ini dimana Pengeluaran konsumen muslim untuk makanan dan minuman senilai 1,4 triliun USD pada tahun 2018 dan diperkirakan akan mencapai 2,0 triliun USD pada tahun 2024.

Bukan hanya pada makanan saja, secara global industri halal juga terus menunjukkan trend positif sebagaimana yang disampaikan Vice President Small Medium Enterprise (SME) Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Surabaya Mufid Wahyudi bahwa nilai industri halal secara global saat ini sudah mencapai 3,8 triliun USD. Mulai dari produk halal food, halal fashion, halal tourism, hingga halal bank. Dan pada tahun 2020 diprediksi mampu mencapai 8,3 triliun USD untuk bisnis halal sendiri.

Baca Juga  OPINI: Jangan Pesimisme Menghadapi Pandemi Covid-19

Ironinya adalah dari nilai sebesar itu, Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim masih belum berkontribusi banyak pada sektor industri halal. Indonesia bahkan masih menjadi konsumen produk halal dunia bahkan menjadi yang terbesar diantara Negara-negara mayoritas muslim lainnya. Olehnya ikhtiar perlu dilakukan bersama agar Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia mampu menjadi pioneer bagi perjuangan memajukan produk halal, bukan hanya sebagai konsumen tetapi ke depan mampu menjadi produsen produk halal dunia.

Pertanyaannya adalah langkah-langkah seperti apa yang bisa ditempuh? Paling tidak ada beberapa hal yang bisa dilaksanakan. Pertama, Implementasi Peraturan Pemerintah No 39 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang jaminan produk halal perlu disebarluaskan dan dipertegas kembali kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha/UMKM, dan industri.

PP ini menjadi tameng bahwa semua produk yang beredar nantinya di Indonesia wajib bersertifikat halal. Sehingga, konsumen akan lebih merasa aman dalam berbelanja dan mengkomsumsi sesuatu. Poinnya adalah Pemerintah perlu hadir untuk memastikan aturan dan kebijakan yang telah dituangkan dalam bentuk PP ini berjalan lebih harmoni bukan menyusahkan dan berbelit-belit.

Kedua, Pemerintah perlu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama menciptakan ekosistem halal di berbagai sektor khususnya dalam meningkatkan potensi produk unggulan daerah. Salah satunya dengan mendirikan Halal Center di berbagai daerah.

Halal center dapat menjadi laboratorium untuk melakukan berbagai kegiatan penelitian, kajian, dan pengembangan tentang produk halal seperti makanan halal, minuman halal, kecantikan halal, pengobatan halal, restoran halal, dan wisata halal. Hal ini akan mempercepat transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan mampu menghasilkan produk-produk yang dapat diekspor keluar negeri sehingga akan meningkatkan pendapatan daerah dan negara.

Baca Juga  Vitalitas Medsos dan Tanggung Jawab Sosial

Ketiga, Pengembangan industri halal perlu dibarengi dengan kemajuan teknologi yang mumpuni. Seperti kemudahan dan kecepatan informasi dengan menggunakan IoT (Internet of Things). konsep industri halal perlu memadukan antara pekerjaan pabrik dan manufaktur konvensional dengan menggunakan teknologi pintar dan modern.

Melalui hal tersebut, diharapkan proses produksi atau jasa yang awalnya sulit, membutuhkan proses yang lama, biaya dan modal yang mahal kini dengan sentuhan teknologi digital menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih murah dan pada akhirnya industri halal kita mampu berdaya saing secara global.

Indonesia perlu banyak belajar pada negara lain telah lebih maju dalam mengembangkan industri halal. Seperti Thailand yang hanya memiliki penduduk muslim 5 persen namun memiliki visi menjadi halal kitchen in the world, Korea yang memiliki visi menjadi halal tourism dan juga telah banyak memproduksi kosmetik halal, Jepang dengan Halal Transportation Nippon Express hingga Brazil dengan pelabuhan halalnya.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar, karena konsep Halal Life Style kita yakini bersama bisa menjadi pedoman akan kualitas hidup yang menyehatkan dan aman bagi semua manusia tanpa terkecuali. Bravo Industri Halal !

Temukan Kami:
  • Bagikan