Laporan Keuangan Desa Dari Basis Kas Menuju Basis Akrual – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Laporan Keuangan Desa Dari Basis Kas Menuju Basis Akrual

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Laporan Keuangan Desa yang disusun oleh Pemerintah Desa saat ini masih menggunakan basis kas dalam menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan atas pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran.

Sesuai dengan perkembangan jaman, Laporan Keuangan Desa diarahkan menggunakan basis akrual dalam menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan atas aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca.

Salah satu tujuan Laporan keuangan Desa disusun yaitu dalam rangka menyajikan informasi realisasi anggaran dan posisi keuangan pemerintah desa yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi kebijakan/keputusan lalu dan merencanakan kebijakan di masa yang akan datang.

Selain itu, laporan keuangan pemerintah desa sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas) pemerintah desa atas sumber daya yang dikelola dan/atau dipercayakan kepada Pemerintah Desa.

Adapun perbedaan penyusunan laporan keuangan Desa dari basis kas yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar, sementara basis akrual yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

Untuk keperluan tersebut, saat ini tengah dalam proses penyusunan Standar Pelaporan Keuangan Pemerintah Desa oleh Komite Standar Akuntasi Pemerintahan (KSAP) sebagai komite independen yang ditunjuk Undang-Undang sebagai penyusun standar.

Dengan demikian, tidak ada salahnya Pemerintah Desa mulai dari sekarang mengenal terlebih lebih dulu konsep publikasian Standar Pelaporan Keuangan Pemerintah Desa sebagai persiapan agar lebih paham sebelum diimplementasikan secara nasional nantinya.

Baca Juga  15 Desa di Bone Nikmati Dana Desa Tahap II, Berikut Nama-namanya

KPPN Watampone yang telah mendedikasikan diri untuk bisa menjadikan Desa Mallari, Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone sebagai desa role model dalam tata kelola keuangan desa telah melakukan pendampingan secara langsung (luring) maupun daring (online) yang juga bisa diikuti oleh Desa lainnya, dalam tema Bedah Laporan Keuangan Desa.

Melalui kegiatan tersebut, disampaikan bagaimana penyusunan Laporan Keuangan Desa berbasis akrual, hal yang sama telah diterapkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah selama ini dan mendapatkan opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Adanya Neraca dalam penyusunan basis akrual dalam Laporan Keuangan Desa, tentunya menjadi hal baru bagi Pemerintah Desa. Neraca Desa memberikan informasi mengenai Aset (kekayaan) dan Kewajiban entitas pemerintah Desa pada tanggal dan perubahan kekayaan selama periode berjalan. Informasi ini diperlukan pengguna untuk melakukan penilaian terhadap entitas Pemerintah Desa dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan Desa di masa mendatang.

Hal penting sebelum penerapan penyusunan Laporan Keuangan Desa basis akrual, pemerintah Desa mulai dari sekarang juga perlu melakukan pendataan Aset Desa untuk penilaian awal Aset, melalui inventarisasi fisik, catatan, laporan, atau dokumen sumber lainnya.

Melalui pencatatan Aset Desa yang tertib akan memudahkan dalam penyusunan penilaian awal Aset, baik berdasarkan nilai perolehan maupun nilai taksiran. Desa juga harus memulai membuat Daftar Barang Inventaris setiap Ruangan maupun Daftar Inventaris Lainnya, termasuk pencatatan keluar masuk barang persediaan.

Baca Juga  Tetap Beradat di Hari Jadi Bone ke 690 Tahun

Di sisi lain, apabila Pemerintah Desa memilki Kewajiban Desa juga akan ditampilkan dalam Neraca, yang diakui pada saat dana pinjaman diterima atau saat kewajiban timbul dan dicatat sebesar nilai nominalnya.

Selain itu, Pemerintah Desa juga harus mengungkapkan semua informasi penting, baik yang telah tersaji dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Neraca maupun yang tidak tersaji, pada Catatan atas Laporan Keuangan Desa (CaLK Desa).

Saat ini, Pemerintah Desa telah menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai alat bantu dalam penatausahaan keuangan Desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Dengan demikian, bila penerapan Laporan Keuangan Desa basis akrual tinggal dilakukan penyesuaian seperlunya.

Menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Desa sebelum penerapan penyusunan Laporan Keuangan Desa basis akrual dengan mengadakan pembelajaran akuntansi, bimbingan teknis dan whorkshop basis akrual bagi Pengelola Keuangan Desa.

Singkat kata, melalui perubahan Laporan Keuangan Desa dari basis kas menuju basis akrual nantinya akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta bermanfaat bagi para pengguna laporan atas penyajian data yang akurat, lengkap dan andal dalam Laporan Keuangan Desa.

Disclaimer “Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak merepresentasikan sikap atau pendapat tempat penulis bekerja”. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan