Kasus Corona Menggila di DKI Jakarta, Rumah Sakit Nyaris 90% Penuh – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Kasus Corona Menggila di DKI Jakarta, Rumah Sakit Nyaris 90% Penuh

  • Bagikan

BONEPOS.COM, JAKARTA – Kasus tambahan positif virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta terus menggila. Hari ini, Sabtu (19/6/2021) tambahan kasus Corona di DKI mencapai 4.895 orang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari ini total kasus Corona di Jakarta mencapai 468.447. Data itu setelah bertambah 4.895 kasus dari total kasus Corona sebelumnya.

Adapun untuk kasus sembuh hari ini di Jakarta mencapai 2.443, sehingga total pasien yang telah sembuh dari Corona sebanyak 431.004, sedangkan untuk kasus meninggal di DKI Jakarta bertambah 59 orang, sehingga total mencapai 7.640.

Tambahan kasus Corona pada hari ini di DKI Jakarta menjadi yang tertinggi selama pandemi, dimana sebelumnya pada Jumat (18/6/2021) kemarin jumlahnya mencapai 4.737 kasus.

Baca Juga  Demi Nyawa, BNPB Gugah Hati Masyarakat di Lokasi Bencana Bersedia Relokasi

Disisi lain, dengan melonjaknya angka kasus positif Corona, data keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan hampir mencapai 90%.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta hari ini, ranjang isolasi di 132 rumah sakit khusus Corona di Jakarta terisi sebesar 7.919 atau 89%. Total ada 8.924 ranjang atau tempat tidur untuk pasien menjalani isolasi di rumah sakit.

Selain itu, jumlah tempat tidur ICU yang telah terpakai sebanyak 963 atau 81%. Total, ada 1.189 tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19.

Padahal pada Jumat (18/6) lalu, ketersediaan tempat isolasi masih di angka 87% atau 7.576 dari total kapasitas 8.711 bed (ranjang). Sedangkan, khusus tempat tidur ICU sebesar 79% atau 942 dari 1.185 bed.

Baca Juga  Aksi Relawan dan Medis FK UMI Hadapi Corona

Terkait lonjakan kasus Corona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperingatkan jika Jakarta memasuki fase genting terkait COVID-19, maka akan dilakukan pengetatan ekstra.

“Saya memperingati semua yang berkegiatan di DKI Jakarta ekonomi, agama, budaya, wajib mematuhi aturan, jika tidak Jakarta akan memasuki fase genting, jika fase itu masuk, kita akan melakukan pengetatan ekstra,” ujar Anies.

Anies menjelaskan DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus penularan COVID-19. Penambahan angka penularan dalam seminggu terakhir mengalami kenaikan hingga 50 persen. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan