Kecamatan Pulau 9 Warning Ilegal Fising di Pulau Kampuno – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Kecamatan Pulau 9 Warning Ilegal Fising di Pulau Kampuno

  • Bagikan
Foto: Kegiatan sosialisasi illegal fishing di Pulau Sembilan

BONEPOS.COM, SINJAI – Polda Sulawesi Selatan dalam hal ini Subdit Intelkam Ekonomi menggelar sosialisasi tentang peran masyarakat dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan tidak menggunakan bahan peledak dan potasium yang dapat menurunkan tingkat destruktif fishing di Pulau Kambuno Kec Pulau 9, Kamis (24/6/2021).

Sosialisasi tersebut dihadiri Camat Pulau Sembilan Baharuddin, Kepala Desa Persatuan Haji Ibrahim, kelompok petani budidaya rumput laut Desa Pulau Harapan, serta kelompok nelayan Desa Persatuan.

Giat sosialisasi dilakukan dengan cara tatap muka oleh Tim dari Polda Sulsel yang diketuai oleh Kompol Catur Budi Susilo bersama kelompok nelayan Desa Pulau Harapan.

Dalam giat tersebut Kompol Catur menjelaskan bahwa Ilegal Fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal dan merusak ekosistem perairan. Dimana Penangkapan ikan yang dilakukan dengan menggunakan bom ikan, hingga racun atau zat kimia.

Ilegal fishing itu memiliki dampak buruk, yakni kematian ikan dan semua biota laut. Serta bisa merusak habitat dan ekosistem laut, membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi ikan, dan merusak populasi ikan.

Baca Juga  Cihuy, Segini Jumlah Pelanggan PLN di Sinjai Dapat Diskon Pembayaran Listrik

“Strategi yang dapat digunakan untuk menangani ilegal fishing itu dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi tentang dampak buruk destruktif fishing, meningkatkan ekonomi nelayan, dan penguatan kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas),” jelasnya.

Strategi lainnya yaitu, kerjasama instansi terkait secara terpadu antara kepolisian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP).

Kompol Catur menjelaskan bahwa kegiatan ilegal fishing telah jelas dilarang dalam UU. No 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaiman telah diubah dengan UU No. 45 tahun 2009.

“Di Bab II itu jelas diatur alat- alat atau bahan yang dilarang untuk digunakan, baik itu alat yang menghasilkan listrik, bahan peledak, maupun bahan beracun,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Pulau Sembilan Baharuddin mengatakan sangat mendukung kegiatan sosialisasi tentang ilegal fising yang dilakukan tim dari Polda Sulsel, karena kegiatan ini merupakan upaya dalam memberikan pemahaman kepada nelayan kita akan dampak dari ilegal fising itu sendiri.

Baca Juga  Dua Pria di Soppeng Dibekuk Polisi, Ada Barang Haram yang Disita

“Ilegal fising jelas perbuatan melanggar hukum dan sangat berdampak buruk terhadap habitat dan ekosistem laut, seperti yang disampaikan oleh tim sosialisasi dari Polda,” ujarnya.

Kapolsek Pulau Sembilan, Iptu Sasmito menambahkan bahwa untuk merubah kebiasaan masyarakat membutuhkan peran serta pemerintah dalam menciptakan pekerjaan alternatif seperti memberikan bantuan bibit rumput laut. Apalagi saat ini hasil rumput laut sangat menjanjikan dalam mencukupi kebutuhan para nelayan.

“Kegiatan ilegal fishing sendiri dianggap suatu kebiasaan oleh masyarakat, hal itu harus diberikan pengertian agar tidak dilakukan lagi dengan cara sosialisasi seperti ini, baik bahaya terhadap lingkungan maupun dampak hukum bagi pelakunya sendiri,” pungkasnya. (*)

 

Temukan Kami:
  • Bagikan