Sekolah Daring Diperpanjang, Emak-emak Galau – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Sekolah Daring Diperpanjang, Emak-emak Galau

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Tahun ajaran baru yang akan berlangsung 12 Juli 2021 mendatang, dikabarkan batal dilaksanakan.

Isu itu pun meresahkan banyak orang tua murid, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Musdalifa misalnya, ibu empat anak ini harus menelan pil kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang kembali memperpanjang masa sekolah di rumah saja.

Menurutnya, harusnya pemerintah melakukan kajian yang lebih mendalam dan bijaksana. Jangan main asal mengeluarkan kebijakan yang kembali memperanjang sistem PJJ.

Apalagi Musda bilang, umumnya desa-desa di Kabupaten Bulukumba sudah masuk dalam zona hijau. Harusnya, kata dia sekolah-sekolah sudah dibuka meski dengan berbagai persyaratan penanganan Covid 19 yakni tetap mematuhi prokes.

Baca Juga  Hamil Duluan, Pernikahan di Bawah Umur di Bulukumba Meningkat 100 Persen

“Seperti pihak sekolah menyiapkan tempat cuci tangan. Siswa dan guru juga wajib menggunakan masker dan mengatur jumlah siswa yang masuk,”jelasnya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (2/7/2021).

Sebab, sudah setahun lebih anak anak tidak bersekolah. Dampaknya ibu cantik itu merasakan dampak PJJ yang buruk. Anak-anak kebanyakan tidak bisa dikontrol, apalagi dengan keadaan dirinya yang harus mengurusi empat orang anak sekaligus dengan tingkat pendidikan yang berbeda-beda.

“Anak-anak itu dengan leluasa bermain gadget. Saya pun kewalahan mengajari mereka materi yang diberikan gurunya,” curhatnya melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga  Oknum Pegawai Samsat Bulukumba Diduga Pungli, Begini Modusnya

Bukan hanya itu, Musda terkadang juga merasakn stres ketika harus mengajar ke empat anaknya di waktu yang bersamaan.

“Anak saya ada tiga yang berseolah di SD. Ada yang kelas 1 baru mau diajar menulis membaca dan berhitung. Belum lagi dua lainnya juga harus diajar bukan hanya bikin stres anak-anak, bahkan anak saya kadang ada yang menangis dan tidak mau lagi belajar. saya pun sebagai orang tua ikut merasakan stress,” ceritanya

Hingga perempuan 35 tahun itu merasa kerepotan, karena tidak bisa mengatur waktunya yang harus mengajar anak hingga mengurus rumah. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan