Rupiah di Ujung Pengharapan Guru Honorer – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Rupiah di Ujung Pengharapan Guru Honorer

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Seyogyanya, kemerdekaan negara Indonesia telah ditunjukkan melalui kualitas Pendidikan yang memadai. Sayangnya, gelaran HUT RI ke-76 tahun lagi-lagi menyisakan dilema kemerdekaan bagi sistem Pendidikan negeri ini.

Salah satu yang merasakan dilema kemerdekaan adalah para guru honorer.

Alih-alih, Undang-Undang Dasar 1945 amandemen IV pasal 31 ayat 4 ditetapkan besaran anggaran Pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Pemerintah melalui Kemendikbud mengelola sebesar 14,8 persen untuk digunakan pendanaan wajib.

Baca Juga  Ketika Sensus Penduduk Dihadapkan pada Pandemi

Pendanaan wajib tersebut salah satunya digunakan untuk tunjangan guru non-PNS dengan target sasaran 363.000 guru (Kemendikbud, 2021). Hanya saja, data lain menunjukkan sebanyak 728.461 Guru honorer mempertanyakan nasib hidupnya (Kemendikbud dalam Indonesia.go.id, 2020).

Di satu sisi, penulis menyadari terdapat ketidak sinambungan antara fasilitas Pendidikan yang terbangun dengan tenaga pendidik yang disediakan. Secara kuantitatif, guru ASN hanya memenuhi 60 persen dari kebutuhan seharusnya (Dapodik dalam Indonesia.go.id, 2020).

Temukan Kami:
  • Bagikan