Kronologi, Deposito Rp 45 Miliar Milik Idris Manggabarani Raib di Bank BNI – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Kronologi, Deposito Rp 45 Miliar Milik Idris Manggabarani Raib di Bank BNI

  • Bagikan
Andi Idris Manggabarani (BONEPOS.COM - ISTIMEWA).

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Penggelapan dana nasabah di Bank Negara Indonesia (BNI) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kantor Cabang Bank BNI di Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak tanggung-tanggung nilai penggelapan dana nasabah tersebut mencapai Rp 45 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun Bonepos.com, dana yang mencapai Rp 45 milar tersebut adalah milik pengusaha ternama Makassar yakni Andi Idris Manggabarani. Dimana dana tersebut disimpan di empat kantor Cabang BNI yakni Cabang Makassar, Mattoanging, Pettarani dan KK Sam Ratulangi.

Kuasa hukum Andi Idris Manggabarani, Syamsul Kamar dalam rilisnya menjelaskan, kronologi hilangnya dana kliennya itu di Bank BNI terjadi pada bulan Februari 2021 lalu. Saat itu, kliennya hendak mencairkan deposito miliknya di bank plat merah itu.

“Saat itu klien kami hendak mencairkan deposito miliknya pada Bank BNI, tetapi Bank BNI tidak bisa mencairkan sepenuhnya dana tersebut. Pihak Bank berdalih bilyet deposito yang dipegang oleh nasabah tidak terdaftar dalam sistem,” kata Syamsul Kamar kepada Bonepos.com, Jumat, (10/9/2021).

Baca Juga  Rp4 Miliar Uang Istri Mantan Bupati Bone Bawa Eks Karyawan Cantik Bank Muamalat Huni Lapas

Lanjut Syamsul, alasan kasus ini baru diungkap sekarang, karena manajemen Bank BNI Makassar tidak sanggup mengembalikan dana kliennya dan tidak ditemukannya solusi atau penyelesaian dalam mediasi yang dilakukan pihak BNI Makassar.

“Sebelum ditangani pihak kepolisian, klien kami telah meminta penjelasan dan konfirmasi pihak Manajemen Bank BNI Makassar terkait hilangnya dana tersebut, tetapi pihak BNI Wilayah 07 Makassar tidak bisa menjelaskan kemana aliran dana tersebut.” jelasnya.

Labih jauh Syamsul menjelaskan, bahwa berdasarkan pemeriksaan penyidik Bareskrim Mabes Polri, manajemen BNI Diduga membuat rekening rekayasa alias bodong dan melakukan pelanggaran SOP serta kejahatan perbankan sehingga merugikan nasabah.

Baca Juga  Bukan Main Hati, Eks Karyawan Bank Muamalat Pakai Rp4 Miliar Uang Mantan Istri Bupati untuk Hal Ini

“Pihak BNI lebih dahulu melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan S.Pgl/2019/VI/RES.2.2./2021/Dittipideksus. Setelah itu pihak kami pada tanggal 9 Juni 2021 membuat laporan ke Polda Sulsel tentang adanya dugaan kejahatan yang dilakukan oleh manajeman Bank BNI,” tegas Syamsul.

Dijelaskannya, Bareskrim Mabes Polri juga mengungkap, bahwa dalam kasus ini telah terjadi pembobolan dana nasabah. Dimana awalnya berkeinginan menempatkan dana dalam bentuk deposito tetapi faktanya dana yang ada dalam tabungan dipindahkan ke rekening bodong menggunakan nama perusahaan yang dikendalikan pihak BNI.

“Adanya dugaan rekening rekayasa/bodong ini tanpa sepengetahuan nasabah, dan baru diketahui oleh nasabah setelah dilakukan pemeriksaan dari pihak kepolisian pada tanggal 18 Agustus 2021.” jelasnya.

Nasabah Minta Pertanggungjawaban pihak Bank BNI

Temukan Kami:
  • Bagikan