[Update] Gempa Bali: Waspada Alur Lembah Sungai dan Tebing Terjal – Laman 4 – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

[Update] Gempa Bali: Waspada Alur Lembah Sungai dan Tebing Terjal

  • Bagikan

Perkuatan Bangunan Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Mitigasi Jangka Panjang

Ketika berbicara bahwa sebenarnya bukan gempa yang membunuh, melainkan bangunan yang tidak tahan gempa yang roboh saat gempa terjadi, maka perhatian terbesar untuk mitigasi harus diarahkan agar bangunan yang sudah ada bisa diperkuat agar tahan gempa.

Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk hal tersebut menurut Prof. Fauzan yakni dengan melakukan perkuatan rumah masyarakat menggunakan _Ferrocement Layer_. Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan kawat anyam yang dilapisi semen mortar ke dinding rumah.

“Salah satu mitigasi yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perkuatan rumah masyarakat menggunakan _Ferrocement Layer_ dengan menambahkan kawat anyam yang dilapisi dengan semen mortar,” ujar Fauzan.

Baca Juga  Lengkap, Ini Panduan New Normal Tempat Kerja dari Menkes Terawan

Fauzan menambahkan, metode ini mampu menambahkan kekuatan pada bangunan rumah tinggal hingga sepuluh kali lipat. Bangunan dengan menggunakan kawat anyam ini juga tergolong mudah dikerjakan dengan biaya terjangkau.

“Dengan metode ini, bisa menambah kekuatan bangunan sepuluh kali lipat dari sebelumnya, tentu dengan menggunakan kawat anyam ini tergolong murah, simpel dan mudah dikerjakan,” jelas Fauzan.

Metode perkuatan bangunan menggunakan kawat anyam ini sudah diujicobakan di Laboratorium National Research Institute for Earth Science, Jepang dan memberikan hasil yang sangat menjanjikan untuk diimplementasikan berbasis masyarakat.

Baca Juga  Komjen Idham Azis, Sosok Calon Kapolri Berdarah Bugis Bone

Fauzan mengatakan bahwa keunggulan utama metode ini adalah bahan baku yang bisa dengan mudah diperoleh di seluruh daerah, biaya pengerjaan yang relatif murah (hanya 10 persen- 30 persen dari biaya dengan metode lain), dan sangat mudah dilakukan oleh siapapun.

Sebagai penutup, Abdul Muhari mengatakan metode Ferrocement Layer ini merupakan upaya mitigasi yang _feasible_ dan _reliable_ untuk dilakukan berbasis masyarakat. “Dengan mensosialisasikan berbagai opsi mitigasi gempa dan penguatan bangunan yang dapat dilakukan di tingkat masyarakat, kita berharap secara bertahap kerentanan bangunan bisa dikurangi sedikit demi sedikit,” tutup Abdul Muhari. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan