Peringati Sumpah Pemuda, Penjaga Laut Makassar Akan Tanam 2800 Pohon Mangrove – Laman 2 – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Peringati Sumpah Pemuda, Penjaga Laut Makassar Akan Tanam 2800 Pohon Mangrove

  • Bagikan
Kawasan Wisata Mangrove Lantebung (BONEPOS.COM - IST)

“Kota Makassar dipilih sebagai salah satu lokasi titik utama #AksiMudaJagaIklim. Karena kondisi pandemi, tentunya peserta akan kami batasi dan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini pula dapat diikuti seluruh pemuda dari rumah dengan mengajak seluruh pihak peduli terhadap iklim melalui media sosial,” jelas Zul.

Koordinator Divisi Networking Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia ini menambahkan selain pemuda pihak pelaksana turut mengundang sejumlah pihak seperti dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Tokoh Masyarakat dan pihak lainnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif YKL Indonesia Nirwan Dessibali menjelaskan ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga iklim dimana dapat menekan laju peningkatan konsentrasi gas rumah kaca khususnya kemampuan menyerap karbon dan menyimpan karbon dalam tanah. Mangrove dapat untuk mitigasi dan adaptasi atas resiko bencana karena perubahan iklim.

Baca Juga  Sumpah Pemuda, Bupati ASA Ajak Pemuda Bersatu Pulihkan Ekonomi

“Dibalik peranan pentingnya untuk menjaga iklim, saat ini luasan mangrove semakin terdegradasi khususnya di Kota Makassar. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir menghilang lebih 80% mangrove di Kota Makassar. Bahkan di daerah pesisir selatan mangrove telah hilang,” jelas Nirwan.

Untuk itu perlu peran berbagai pihak khususnya anak muda untuk terlibat dalam pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia khususnya di Kota Makassar.

“Anak muda harus mengambil bagian. Mari terlibat untuk memperluas luasan mangrove Kota Makassar yang saat ini hanya tersisa 56,6 Ha. Mangrove di pesisir utara Makassar khususnya di Lantebung adalah mangrove terakhir yang tersisa di Kota Daeng,” ajak Nirwan.

Baca Juga  Saatnya Dewan Etik Dosen Tindak Tegas Plagiarisme  

#AksiMudaJagaIklim adalah kegiatan yang diinisiasi Yayasan EcoNusa dan Penjaga Laut serta berkolaborasi dengan ratusan pihak, baik pemerintah, universitas, NGO, Komunitas, Lembaga Kemahasiswaan dan lainnya.

Khusus untuk di Kota Makassar yang bertindak sebagai co-Organize adalah, YKL Indonesia, Lembaga Maritim Nusantara (LEMSA), Zero Waste Makassar, World Cleanup Day (WCD) Sulsel, dan Ikatan Keluarga Lantebung (IKAL).

Temukan Kami:
  • Bagikan