Opini: Pasang Surut Perdamaian antara Rusia dan Ukraina – Laman 3 – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Opini: Pasang Surut Perdamaian antara Rusia dan Ukraina

  • Bagikan
Achmad Amzal Maulana (Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Fajar Makassar)

Tetapi menurut penulis adalah yang sulit dipenuhi adalah poin kedua dan ketiga. Karena melepas Donbass dan Crimea adalah tindakan yang sulit bagi Ukraina dan memepertahankan keduanya juga cukup sulit. Penulis beranggapan bisa saja satu daerah tersebut menjadi alat tawar untuk mendapatkan daerah yang lain. Kemungkinan yang lain mneurut opini penulis adalah bisa jadi poin kedua dan poin ketiga dijadikan alat tawar untuk poin keempat.

Dengan meyatakan netralitas kemungkinan Ukraina untuk bergabung dengan NATO akan tertutup. Tapi disatu sisi setelah kekecewaan yang terjadi, dimana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa bahwa Ukraina selama ini bertempur sendiri, janji NATO dan Amerika untuk melindungi Ukraina tidak pernah Ukraina rasakan, perlindungan langsung dari pasukan NATO dan Amerika untuk daerah-daerah Ukraina belum ada.

Bisa saja menurut penulis bahwa Volodymyr Zelensky akan berpikir ulang ditambah lagi kalau dilihat sampai sekarang, pasukan NATO dan Amerika tidak terjun fisik kedalam medan perang. Itu terbukti dengan hancurnya kota-kota di Ukraina, permintaan Ukraina terhadap daerah No-Flying Zone juga ditolak. Pihak barat hanya berfokus kepada sanksi yang diberikan untuk Rusia. Menurut penulis hal ini akan membuat persepsi di kalangan masyarakat Ukraina bahwa NATO tidak benar-benar ada untuk mereka.

Baca Juga  VIDEO: Dikira Akan Takluk Cepat, Ukraina Ternyata Mampu Melawan Rusia

Menurut analisa penulis, jika kesepakatan terjadi maka Volodymyr Zelensky akan sangar besar melewatkan kesempatan untuk bergabung dengan NATO, tapi untuk bergabung dengan Uni Eropa masih diperjuangkan. Penulis menduga bahwa negosiasi ini akan berjalan dengan alot. Penulis menemukan hal yang menarik dari empat poin yang diinginkan Rusia dari Ukraina. Penulis tidak menemukan poin yang mengharuskan Volodymyr Zelensky untuk turun dari jabatan sebagai Presiden Ukraina.

Baca Juga  Pacu Optimalisasi Dana Desa, Kawal Pemanfaatannya

Padahal didalam beberapa kesempatan Vladimir Putin ingin agar Volodymyr Zelensky untuk turun dari jabatan kepresidenannya, hal ini menambah daya tawar Rusia kepada Ukraina. Penulis berpendapat bahwa jika perang ini selesai karena kesepakatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak bukan karena intervensi yang dilakukan oleh NATO dan Amerika, bisa dikatakan bahwa Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin tidak akan kehilangan muka masing-masing. Yang akan kehilangan muka adalah NATO dan Amerika. Karena itu akan membuktikan bahwa NATO dan Amerika tidak mampu menangani konflik antara Rusia dan Ukraina dengan baik. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan