Sosiolog Anshar Aminullah Bantah Pernyataan Sudutkan Nurdin Halid – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Sosiolog Anshar Aminullah Bantah Pernyataan Sudutkan Nurdin Halid

  • Bagikan
Waketum DPP Golkar Nurdin Halid sambut kembalinya IAS dan deklarasi pemenangan Airlangga Hartarto di Sulsel. (Andi Indra Perkasa/Boneposcom)

BONEPOS.COM, MAKASSAR — Sosiolog politik Universitas Indonesia Timur, Ansar Aminullah membantah pernyataan yang menyudutkan Wakil Ketua Umum DPP Golkar HAM Nurdin Halid.

Hal itu disampaikan Anshar Aminullah secara terbuka melalui unggahan status Facebooknya, Senin (30/5/2022).

“Dear teman-teman yang sempat membaca berita di media ini. Saya hendak mengklarifikasi bahwa Tidak benar saya mengeluarkan pernyataan seperti ini,” kata Anshar secara terbuka melalui Facebooknya.

Anshar menegaskan, pemberitaan yang mencatut namanya telah merusak personal dan nama baik Sosiolog politik Universitas Indonesia Timur itu.

“Saya sudah komplain ke wartawannya dan dan minta diturunkan itu berita karena merusak saya secara personal dan nama baik saya. Demikian klarifikasi saya. Wassalam,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (NH) menggelar Halal Bihalal bersama kader Partai Golkar dan relawan Airlangga Hartarto, di Hotel Four Points Makassar,Minggu (29/5/2022).

Nurdin mengatakan para kader yang hadir merupakan kader sejati.

“Kader yang hadir hari ini merupakan loyalis sejati Airlangga, dan pak ketua sudah berpesan untuk mendata para kader yang hadir hari ini,” ujar NH saat memberikan sambutan, Minggu (29/5/2022).

Pernyataan NH ini seolah menyinggung ketidakhadiran Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP).

Apalagi NH menilai, saat ini struktur kepengurusan Partai Golkar di Sulsel masih dipertanyakan, karena masih bermasalah di Mahkamah Partai.

Baca Juga  Terbukti! Paradigma Baru Golkar Sulsel, Akomodir Perempuan di Panggung Politik

“Kenapa saya tidak menggunakan struktur partai. Karena struktur di Sulsel masih bermasalah secara hukum,” kata NH.

Lanjutnya, untuk kader Golkar yang tidak mendapat undangan, NH menyebut jika hal itu tidak perlu dibesark-besarkan. Lantaran hanya persoalan teknis saja

“Untuk kader golkar yang tidak mendapat undangan mohon maaf, itu hanya hal teknis, bukan hal yang perlu dibersar-besarkan. Bahkan saya juga tidak dapat undangan, tapi saya tetap hadir,” terangnya.

“Untuk seluruh anggota fraksi jangan ragu untuk berjuang, karena tidak ada yang akan terjadi tanpa izin pak Airlangga, dan di belakang Airlangga ada orang bernama Nurdin Halid. Begitupun dengan para relawan yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe mengaku tak akan mengahadiri Halal Bihalal Partai Golkar di Hotel Four Points Makassar, Minggu 29 Mei 2022 besok.

Padahal, TP akronimnya, menyempatkan hadir pada Pelantikan Pengurus Partai Demokrat Sulsel, Sabtu (28/5/2022).

“Saya tidak diundang, tidak dilibatkan, insya Allah tidak hadir. Bukan DPD I (Golkar) penyelenggara,” ujar Walikota Parepare tersebut.

Ia pun meminta, agar ketidakhadirannya pada Halal bihalal besok, tidak ditanggapi berlebihan.

Apalagi, Halal bihalal tersebut bakal dirangkaikan dengan pelantikan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai kader Partai Golkar.

Baca Juga  Dari Panggung Aktivis 98, Supriansa Kembali Berjuang di Senayan

“Harus dipahami begini, tolong situasi kondisi dan keadaan ini jangan ada yang memanfaatkan seolah saya tidak terima IAS,” jelasnya.

“Kalau dilihat rekam jejak digital yang paling pertama menemui IAS siapa? Sebelum ada keputusan DPP Demokrat, saya sudah silaturahmi beliau, apa makna silaturahmi itu,” lanjutnya.

Katanya, ia telah memperkirakan, jika IAS akan hengkang dari Demokrat Sulsel jika tak terpilih sebagai ketua.

“Saya memang sudah membayangkan bahwa tidak mungkin menang dua-dua antara ni’matullah dengan IAS, kalau seumpamanya saya katakan itu waktu, pak IAS jika seandainya saya tidak minta-minta anda kenyataannya tidak terpilih, saya mohon kembali ki kerumahta, rumah besar Golkar,” terangnya.

TP menirukan, saat itu IAS menanggapi jika NasDem juga telah memberikan tawaran bergabung, jika ia tak berhasil memimpin Partai Demokrat Sulsel.

“Terus dia katakan, pak ketua, pak Rusdi Masse juga ada disitu, duduk disana, dia ajak saya masuk nasdem dengan istilah ayo saya lebarkan karpet biru,” kata TP menirukan IAS.

“Jadi saya katakan terserah kita, jadi pada waktu itu saya berpendapat, saya selalu ingin tampil sebagai politikus santun, saya bukan politikus yang suka gaduh, tidak mau saya, kita ini orang berintelek dan beragama,” pungkasnya. (*)

Temukan Kami:
  • Bagikan