NIPAH PARK Serukan Eco-Lifestyle Lewat MASA Land, Begini Konsepnya – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

NIPAH PARK Serukan Eco-Lifestyle Lewat MASA Land, Begini Konsepnya

  • Bagikan
Foto: Setelah sukses menggelar MASA Market Fest pada Juni 2022 lalu, Nipah Park kembali mempersembahkan MASA Land, sebuah festival anak muda dengan berbagai macam program melibatkan pelaku industri kreatif. (Humas Nipah Park)

MAKASSAR — Setelah sukses menggelar MASA Market Fest pada bulan Juni 2022 lalu, Nipah Park kembali mempersembahkan MASA Land, sebuah festival anak muda dengan berbagai macam program melibatkan pelaku industri kreatif sebagai upaya mendukung green lifestyle di Nipah Park.

Berkolaborasi dengan MASA Creative Agency dan Prolog Studio, di paruh kedua tahun 2022 ini Nipah Park menggaungkan kampanye Walk Through The Park dengan harapan seluruh partisipan baik pelaksana, pengisi acara, maupun penonton yang hadir, lebih sadar akan kepedulian terhadap lingkungan yang lebih ramah dan sustainable (berkelanjutan).

MASA Land juga diharapkan menjadi sebuah bentuk baru festival di kota Makassar yang mengimplementasi konsep Eco-Festival melalui program-program yang akan dihadirkan dalam event ini.

MASA Land sendiri merupakan puncak acara dari kampanye Walk Through The Park yang memperkenalkan Nipah Park yang tak hanya hadir sebagai pusat perbelanjaan, tetapi taman dan ruang publik yang ramah dan nyaman bagi pengunjung untuk melakukan berbagai aktivitas.

Rangkaian giat sebelumnya yaitu NIPAH Streetwear Week dan Pekan Olahraga NIPAH yang sukses menggelar pertandingan 18 cabang olahraga di dalam mal dengan total 1.300 peserta.

Nipah Park berharap Masa Land bisa menjadi salah satu alternatif festival yang berbeda dan bisa memuaskan mata dan hati para pengunjung.

Olehnya, merespons kampanye yang digaungkan, Nipah Park mengajak para seniman atau visual artist untuk berkolaborasi dalam festival ini. Seniman akan berkontribusi melalui karya-karya instalasi seni dengan merespon tema yang diusung oleh Nipah Park dan MASA Land.

Instalasi seni interaktif serta instalasi melalui media yang tersedia di ruang publik dalam festival ini, misalnya tempat sampah, panggung, dan media lainnya. Festival ini juga menyediakan water station bagi para penonton dengan membawa wadah air minum masing-masing. Water station diimplentasikan melalui instalasi seni yang merupakan salah satu gerakan dalam mengkampanyekan less plastic.

MASA Land semakin istimewa dengan hadirnya secara daring Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D, Gubernur Provinsi Jawa Barat dan juga Komisioner Tim Urbane Indonesia (Konseptor NIPAH PARK), Ricky Theodores selaku Chief Executive Officer Kalla Property, Rasmila Sari Suaib selaku Sales & Marketing General Manager Kalla Property, Muhammad Roem selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, dan Ahmad Tardiyana dalam sesi talkshow yang diselenggarakan secara daring dan luring di Rooftop Garden NIPAH Park. Dipandu oleh Ibu Yulianti Tanyadji ST., M.Sc, Principal Architect Gappa Lab yang bertindak sebagai moderator dalam diskusi bertajuk, “NIPAH PARK Perkuat Komitmen sebagai Ruang Publik Ramah dan Nyaman dengan Konsep Green dan Community Based Commercial.”
Chief Executive Officer Kalla Property, Ricky Theodores, mengatakan MASA Land merupakan momen yang tepat untuk memperkenalkan NIPAH PARK sebagai ruang publik, tak hanya pusat perbelanjaan biasa.

Baca Juga  Kimoka Fest 2022 Sukses Dihelat, Banyak Untung Pakai Kalla Friends

“Hari ini kita akan launching atau memperkenalkan NIPAH PARK bukan hanya shopping mall biasa, tapi sebuah taman besar di mana di dalamnya para visitor dan customer kita bukan hanya belanja, tetapi bisa melakukan banyak aktivitas, interaksi, olahraga, bekerja, bahkan bisa mengekspresikan diri mereka. Salah satunya melalui konser, pameran, dan lain-lain,” ungkap Ricky, sapaan akrabnya.

Ricky juga menambahkan untuk mencapai visi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan tindakan bersama bukan hanya internal Manajemen, melainkan dengan seluruh elemen-elemen.

“Kami juga didukung oleh Kang Emil, Gubernur Jawa Barat, yang juga konseptor NIPAH PARK. Juga didukung oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

Ridwan Kamil, selaku Gubernur Provinsi Jawa Barat dan juga Komisioner Tim Urbane Indonesia (Konseptor NIPAH PARK) mengungkapkan NIPAH PARK didesain dengan mengutamakan manusia; mendahulukan sirkulasi manusia, bukan kendaraan.

“NIPAH PARK itu mengambil konsep bangunan yang ramah dengan pejalan kaki, makanya di depannya tidak ada ruang untuk mobil. Ruang untuk mobil (drop-off) dibuang ke samping dan parkiran di atas. Sehingga di depan, orang bisa berinteraksi, memegang arsitekturnya, memotret arsitektur gedung dan landscapenya. Orang-orang bisa merasakan bangunan ini sangat ramah terhadap manusia. Bayangkan kalau semua bangunan di Makassar bahkan di Indonesia seperti NIPAH PARK, betapa banyak interaksi-interaksi positif oleh masyarakat perkotaan yang lahir. Ada ruang publik, ada kegiatan,” ungkapnya.

Kang Emil, sapaan akrabnya, juga menambahkan NIPAH PARK membuktikan selama covid sangat disukai karena kombinasi antara belanja indoor tetapi ada ruang terbuka sehingga sirkulasi lebih baik, ada udara segar mengalir.

“Aktivitas jual belinya sama dengan mal lain, tetapi diferensiasi NIPAH PARK secara bangunan lebih ramah lingkungan, menghemat energi, ramah pejalan kaki,” pungkasnya.

Selain talkshow, penyebutan nama dari NIPAH MALL menjadi NIPAH PARK secara resmi diluncurkan di MASA Land yang ditandai melalui seremoni penanaman pohon oleh Zumadi SM Anwar selaku Kalla Development & Construction Director Kalla Group, Ricky Theodores selaku Chief Executive Officer Kalla Property, dan Rasmila Sari Suaib selaku Sales & Marketing General Manager Kalla Property. Momen ini juga sekaligus ditandai dengan peluncuran uniform Manajemen NIPAH PARK dengan menggandeng salah satu pelaku industri kreatif lokal Makassar di bidang fesyen, Watts Store.

Baca Juga  Kronologi Deddy Corbuzier Kena COVID-19, Hingga Alami Badai Sitokin

Memeriahkan festival yang berkonsep ramah lingkungan ini, MASA Land menghadirkan penampilan musik dari musisi ternama tanah air, HINDIA. Selain menghibur lewat karya-karyanya, HINDIA dikenal sebagai musisi yang peduli terhadap isu-isu lingkungan. Tidak hanya itu sejumlah musisi ternama Makassar juga ikut serta meriuhkan pergelaran tersebut. OG Avamato, Kapal Udara, dan duo grup DVY akan tampil dengan stage act yang berbeda dan konsep yang sesuai dengan tema MASA Land.

Selain penampilan musik, ada fashion expo, culinary spot, talkshow dan masih banyak lagi.
VISUAL ARTIST dan Instalasi Seni Interaktif di MASA Land
Adapun visual artist atau seniman yang akan terlibat dalam merespon kampanye Eco Festival di MASA Land NIPAH PARK 2022 ini diantaranya;
Amrik Dinata, seorang penggambar maupun graphic designer dari brand Liv In Mille dan Hecate.Official. Ia akan membuat instalasi seni merespon isu lingkungan dari bahan limbah plastik yang berjudul REVERSE. Kantong plastik merupakan barang sekali pakai dengan kegiatan pasca-konsumsi yang tinggi.

Dari karya instalasi ini, pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana dampak dari membuang sampah plastik yang susah diolah. Bagaimana seseorang bisa merasakan sesaknya dikelilingi plastik. Karya ini juga memperlihatkan bagaimana sampah plastik bisa terlihat indah apabila diolah dan dijadikan sebuah karya. Karya instalasi ini bertujuan mengajak pengunjung untuk mengolah atau mendaur ulang sampah plastik menjadi sebuah karya.

Hal ini sejalan dengan harapan dan program jangka panjang NIPAK PARK, mengolah limbah plastik dan tekstil menjadi bahan yang dapat dimaanfaatkan kembali seperti Activation Campaign Program, Installation, dan Merchandising.
Selain Amrik Dinata, Zahra Ramadhanty salah satu visual artist juga terlibat dalam merespon kampanye ini dengan instalasi seni bertajuk Can’t See The Difference. Yang menjadi fokus pemikiran adalah tentang penyu laut yang menjalankan rantai makanan dengan memakan ubur-ubur.

Namun, pencemaran di laut saat ini yang semakin memprihatinkan dengan banyak sampah terkhususnya plastik sedotan, mengakibatkan penyu makan sampah plastik tersebut karena tidak bisa membedakan bentuknya.

Uniknya, visualisasi ini diletakkan di area water station, sehingga tercetus untuk membangun suasana lebih sejuk dengan gambaran bawah laut area padang lamun di mana penyu seringkali mencari makan.

MASA Land juga menyisihkan keuntungan dari festival ini untuk melakukan restorasi terumbu karang yang ada di pesisir Pantai Bara, Bulukumba. Dalam hal ini MASA Land bekerjasama dengan Gaia One Restoration. Mengingat terumbu karang merupakan populasi yang dapat menyerap karbon dan mengasilkan oksigen. (ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan