HNSI Gowa, Jika Tidak Peduli 50 Tahun Kemudian Danau Mawang Tinggal Sebuah Nama – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

HNSI Gowa, Jika Tidak Peduli 50 Tahun Kemudian Danau Mawang Tinggal Sebuah Nama

  • Bagikan
Gerakan Peduli Danau Mawang HNSI Gowa Penebaran benih ikan Nila sebanyak 45.000 dan ikan Mas 10.000 yang dikuti dan dihadiri Unsur Pemerintah Daerah dan Provinsi Sulsel, Sabtu, 06 Agustus 2022. ( Dok HNSI Gowa)

GOWA – Danau Mawang adalah sebuah danau terbesar yang berada di Kabupaten Gowa, Secara administratif Danau Mawang terletak di wilayah Kelurahan Romanglompoa kec. Bontomaranu dan Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu dengan luas danau +59. “Mawang merupakan kata dari bahasa daerah Makassar yang berarti “Terapung”.

Danau Mawang dimana dalam sejarah disebutkan, bahwa Danau Mawang juga merupakan tempat pemancingan ikan oleh tiga orang ulama, yaitu Syekh Yusuf, Dato ri Panggentungan dan Lukmuk ri Antang.

Di Danau Mawang, ketiga ulama itu saling mengadu ilmu. Demikian halnya dalam lagenda Danau Mawang, merupakan tempat kubangan kerbau besar yang bernama I Tambak Laulung.

Dosen Perikanan Unismuh Makassar yang juga Wakil ketua HNSI Gowa Dr. Abd Haris Sambu, M.Si  saat ini Danau Mawang memiliki kedalaman Rata-rata 90 cm, hal ini berdasarkan hasil pengukuran kedalaman yang dilakukan di 15 titik di Danau Mawang.

Baca Juga  Adnan Ingin Pandemi Jadi Endemi, Begini Caranya

“Jika tidak ada revitalisasi dari pemerintah Daerah maupun pusat maka di perkirakan 50 tahun kemudian Danau Mawang akan hilang dan hanya tinggal nama dana menjadi persawahan akiibat sedimentasi yang tiap tahunnya bertambah 1,2 cm.

hal ini disampaikan dalam Kegiatan Garakan Peduli Danau Mawang diselenggarakan Oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Gowa, Pada hari Sabtu, 06 Agustus 2022.

Danau Mawang dari dulu merupakan Danau Budidaya ikan air tawar karena kondisi airnya yang tidak pernah kering, pada kegiatan Gerakan Peduli Danau Mawang HNSI Gowa di tebar benih ikan Nila sebanyak 45.000 dan ikan Mas 10.000.

Kegiatan penebaran dilakukan bersama Direktorat Sumberdaya Ikan kementrian kelautan Perikanan, Bupati Gowa yang diwakili oleh Kadis Perikanan Gowa, Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Prov. Sulsel, BBWS Jeneberang, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Gowa, Camat Bontomarannu, lurah Romanglompoa, Tokoh Masyarakat, Warga Mawang, Mahasiswa, HNSI Takalar, HNSI Selayar, HNSI Gowa.

Baca Juga  Nasib Berkata Lain, Pendaki Gunung Meninggal Bakal Diwisuda Bulan Depan

Kehadiran Pemerintah Dalam kegiatan Peduli Danau Mawang, sebagai bentuk Dukungan dan perhatian akan kelestarian Danau Mawang, ucap M. Ayusal Salam yg juga Ketua HNSI Gowa, kegiatan ini tidak sampai disini saja tapi kita harapkan menjadi kegiatan berskala Nasional sehingga lebih banyak yang Peduli akan kelangsungan Danau Mawang.

Masyarakat Mawang berharap bahwa pemerintah pusat melalui BBWS Jeneberang Pompengan agar dapat dilakukan pengerutan dan pemeliharan Danau Mawang setiap Tahun sehingga danau tersebut tidak dangkal juga diharapkan memasang penyanggah pada saluran air yang masuk ke Danau agar sampai tidak ikut hanyut dan Masyarakat tidak membuang sampah rumah tangga dalam saluran air maupun pinggir Danau ungkap Muh. Arif yang jg lurah Romanglompoa.

Besar Harapan bahwa Danau Mawang ini bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak akan keindahan alamnya dan sumberdaya ikannya.

Temukan Kami:
  • Bagikan