Cerita Haru Perjuangan Guru di Bone, Usia 53 Tahun Baru Dapat SK ASN – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Cerita Haru Perjuangan Guru di Bone, Usia 53 Tahun Baru Dapat SK ASN

  • Bagikan
Foto: Idris merupakan seorang guru honorer yang mengajar di UPT SD 6 Teamusu, Ulaweng adalah honorer tertua yang baru menerima SK ASN pada usia 53 tahun.(Mimin/Bonepos)

BONEPOS.COM, BONE – Ribuan guru menerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di kantor Pemerintah Kabupaten Bone, Rabu (7/9/2022).

Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan, ini adalah pengangkatan ASN terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Bone.

“Alhamdulillah usaha dan kerja keras saudara sekalian hari ini telah membuahkan hasil dengan diterimanya SK, itu wajib kita syukuri berkat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Namun ada hal unik pada kegiatan tersebut. Idris (53) merupakan seorang guru honorer yang mengajar di UPT SD 6 Teamusu, Ulaweng adalah honorer tertua yang baru menerima SK tersebut.

“Saya harus menunggu selama 19 tahun dalam pengabdian sebagai tenaga pendidik,” katanya saat diwawancarai Boneposcom.

Baca Juga  Pelayanan Disdukcapil Bone Tertunda, Warga: Segera Ada Solusi, Kasihan Kita Datang Dari Jauh

Idris menyebutkan, gaji yang diterima selama pengabdian sebagai guru di SD 6 Teamusu hanya senilai Rp50 ribu per bulan.

“Sebelum saya terdaftar sebagai guru bersertifikasi sejak 2018, gaji saya hanya Rp50 ribu sejak 2003,” sebutnya.

Nilai gaji yang diterima tersebut menurut Idris jika dilihat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tentu sangat tidak mencukupi.

“Saya masih syukuri apa yang Tuhan berikan meski untuk kebutuhan sangat tidak cukup. Tapi, berkat dorongan keluarga, kami masih bisa hidup dengan kesederhanaan,” tandasnya.

Guru asal Desa Teamusu ini mengaku bangga masih bisa memberikan ilmu kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Berkat kesabaran dan kegigihan untuk terus mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa meski tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan sebagai guru, kami bangga masih bisa mengajar,” tegas ayah dari tiga anak ini.

Baca Juga  Perumda Bone Bisnis Sapi, Pasokan Perdana ke Pulau Kalimantan

Di usia 53 tahun yang tidak lama lagi memasuki masa pensiun, Idris mengaku bangga dan bahagia dirinya sudah menyandang status sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah lolos seleksi penerimaan pegawai jalur PPPK.

“Alhamdulillah di usia tua ini saya bersyukurlah selama menjadi guru honorer, semua anakku bisa saya kasih sekolah bahkan ada yang sudah kuliah di STAIN Bone. Mudah-mudahan setelah jadi PPPK akan semakin baik,” ungkap Idris, sembari meneteskan air mata. (mimin)

Temukan Kami:
  • Bagikan