“Kalau yang kecelakaan motor yang sudah terdaftar, kan ada subsidi silang, tapi kalau sepeda listrik ini kalau kecelakaan yang tanggung siapa? Nanti ujung-ujungnya ke kita juga mengadunya. Jadi dari segi keselamatan, belum layaklah,” tutur Kasat Lantas.

Sementara, Kepala Jasa Raharja Kabupaten Bone, Ardiansyah menyampaikan bahwa Jasa Raharja itu diberikan tugas oleh negara terkait asuransi sebagaimana dalam UU 33 dan 34.

“Berbicara sepeda listrik, kita kembali ke aturan awalnya, aturan asuransi. Asuransi itu berserita nomor premi nomor klaim, artinya kalau belum membayar STNK atau belum melakukan registrasi di Samsat, berarti kami anggap bukan kendaraan yang mempunyai premi dan tidak bisa memberikan jaminan kepada pengendara yang dicelakai/kecelakaan,” imbuh Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan, kendaraan yang tidak terregistrasi dan sepeda motor listrik itu tidak mungkin terregistrasi berdasarkan Permenhub, jelas tidak bisa ditanggung Jasa Raharja.

“Kalau memang ingin memakai yang listrik-listrikan, pakai yang memang bisa terregistrasi di Samsat,” ujarnya. (Mimin)