Aroma Panas Pilkades di Bone Mulai Muncul – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Aroma Panas Pilkades di Bone Mulai Muncul

  • Bagikan
Foto: ilustrasi Pilkades serentak. (Bonepos)

BONEPOS.COM, BONE – Sebanyak 141 desa di Kabupaten Bone , Provinsi Sulawesi Selatan, bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) gelombang kedua tahun 2022.

Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengimbau kepada para camat agar selalu sigap menghadapi Pilkades Serentak tahap kedua mendatang.

Tahapan Pilkades serentak tersebut sudah memasuki tahap pendaftaran Bakal Calon (Balon) yang dibuka sejak 19 hingga 24 September 2022.

Ada yang menarik, di Pilkades gelombang kedua di Bone ini. Tahapan pendaftaran di Desa Salampe, Kecamatan Ponre, mulai sedikit memanas.

Pasalnya, Kepala Desa Salampe Sirajuddin enggan memberikan surat keterangan cuti bagi perangkat desanya yang ingin mendaftar menjadi calon kepala desa.

“Iye, calon kami atas nama Syamsuddin yang merupakan Kepala Dusun Kareango di Desa Salampe hingga saat ini belum mendapatkan surat cuti dari kepala desa, padahal surat pengajuan cuti sudah kami sampaikan secara lisan maupun tulisan sejak dibukanya tahapan pendaftaran sejak hari Senin lalu,” ungkap tim pemenangan Syamsuddin yang bernama Arman, kepada Bonepos, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga  Wabup Bone Ambo Dalle Dirawat di Yogyakarta, Anak: Mohon Doanya

Arman menambahkan, berdasarkan aturan berkewajiban, kepala desa harus memberikan izin cuti bagi perangkatnya yang ingi bertarung di kontestasi Pilkades.

“Jangan karena ingin memuluskan langkah saudaranya lantas mengorbankan hak-hak calon lain,” katanya.

Sementara itu, Manager Opini Publik dan Politik Persfektif Institute, Ismail saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa keliru jika seorang Kades enggan memberikan cuti kepada perangkat desa yang ingin bertarung.

“Jelas itu melanggar Permendagri. Dalam Permendagri dijelaskan bahwa bagi calon kepala Desa yang dari aparatur Desa, (baik incumbent kepala desa yang masih menjabat) ataupun dari unsur perangkat desa diwajibkan cuti,” terang Ismail.

Baca Juga  Atensi Mendagri Pilkades Serentak di Pangkep, Berikut Catatan Pentingnya

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan, sedangkan untuk kepala desa bisa cuti saat ditetapkan menjadi calon kepala desa.

“Beda halnya dengan ketua/anggota BPD yang diharuskan mundur dari jabatan setelah ditetapkan sebagai konsestan dalam demokrasi Desa tersebut,” lanjutnya.

“Perlakuan ini diatur dalam Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 pada Pasal 19 ayat (2) huruf, bahwa ketua dan atau anggota BPD diberhentikan apabila ditetapkan sebagai calon kepala desa selain itu Aturan mainnya kan jelas di Perbub no 41 bone tahun 2022. Jangan ngaco lah,” sambungnya.

Adapun Kepala Desa Salampe belum menanggapai hal ini hingga berita ini ditayangkan. (Mimin)

Temukan Kami:
  • Bagikan