Binance Bekukan Transaksi, Hacker Curi Rp1,5 Triliun – Bonepos.com mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Binance Bekukan Transaksi, Hacker Curi Rp1,5 Triliun

  • Bagikan
CEO dan Pendiri Binance, Changpeng Zhao. (Int)

BONEPOS.COM, JAKARTA – Platform blockchain milik Bianance, BNB Chain, sempat dibekukan setelah seorang peretas memanfaatkan celah pada sistem untuk mendulang aset kripto bernilai triliunan rupiah.

“Karena ada aktivitas yang tidak biasa, kami menghentikan BSC untuk sementar,” kata BNB Chain di Twitter. BNB Chain terdiri dari dua infrastruktur, yaitu BNB Beacon Chain dan BNB Smart Chain. Binance kemudian mengonfirmasi bahwa penghentian sementara tersebut adalah respons dari “potensi pemanfaatan celah”.

Pergerakan token di blockchain mengisyaratkan sekitar 2 juta token BSC (nilanya diperkirakan mencapai US$590 juta/sekitar R9 triliun) menjadi target peretas. Namun, menurut BNB Chain, total aset yang berhasil dicuri hanya sekitar US$100 (sekitar Rp1,5 triliun).

Baca Juga  Pelaku Pasar Menanti Pembentukan Lantai Bursa Kripto

Penghentian transaksi di BNB Chain tidak mudah, karena blockchain tersebut didesain sebagai infrastruktur terdesentralisasi yang tidak bisa dikendalikan oleh entitas tunggal.

BSC, kepada Coinbase, membenarkan bahwa mereka harus berkoordinasi dengan banyak pihak untuk menghentikan aktivitas di blockchain, setelah menemukan keanehan di protokol BSC Token Hub. BSC Token Hub berperan sebagai entitas kliring untuk transaksi antar-blockchain yang terafiliasi dengan Binance.

“Kami berterima kasih atas kecepatan dan kolaborasi komunitas dalam membekukan dana,” tulis BSC lewat Twitter dikutip dari CNBC, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga  Skutik Irit BBM: New Honda Genio, 1 Liter Bisa Tempuh 50 Km

BNB, lewat Twitter, memastikan “semua dana aman” dan menyatakan akan “membantu membekukan semua transfer”.

Dugaan peretasan di plaform Binance terjadi setelah Tether menyatakan sebuah dompet kripto yang ada di dalam daftar hitam mereka menerima 2 juta token BNB.

Rumor bahwa transaksi tersebut terkait peretasan, belum bisa dikonfirmasi. Namun, karena dompet kripto penerima “0x489A…” masuk dalam daftar hitam Tether, ada dugaan kuat transaksi ini merupakan tindak kejahatan.

Temukan Kami:
  • Bagikan