BONEPOS.COM, BONE РRumah tangga retak sebagian besar karena alasan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), himpitan ekonomi dan juga perselingkuhan yang sangat menjadi sorotan. Sehingga hal tersebut bisa menyebabkan perpisahan terhadap sebuah pasangan dan seorang wanita yang cerai menjadi janda, sementara laki-lakinya menjadi duda.

Apalagi, saat ini di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bone disebut-sebut menjadi salah satu daerah yang kasus percerainnya meningkat.

Sepanjang tahun ini saja tercatat ada 1.185 kasus perceraian yang diputus Kantor Pengadilan Agama Bone.

Mayoritas, kasus perceraian ini atas gugatan istri. Angka ini masih akan bertambah hingga akhir tahun, mengingat masih ada beberapa perkara dalam tahap sidang.

Angka percerian tahun ini berpeluang mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2021 kasus perceraian di Kabupaten Bone mencapai 1.283 perkara.

Sementara pada tahun 2020 lalu angka perceraian juga terbilang cukup banyak. Jumlahnya mencapain 2.782 perkara, selain KDRT ada beberapa penyebab perceraian salah satunya adalah pertengkaran yang terus menerus terjadi.

Panitera Muda Pangadilan Agama Kabupaten Bone, Hayad Jusa membeberkan, khusus pada tahun 2022 hingga Oktober. Pemicu kasus perceraian berbagai macam permasalahan.

Namun menurutnya yang paling dominan adalah perempuan menggugat dengan alasan tak tahan dengan tindak kekerasan yang kerap dia terima dari suaminya.

“Ada beberapa kasus dipicu persoalan kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan suami dengan istri,” ungkapnya, Jumat (28/10/2022).

Selain itu ada faktor lain, misalnya pasangan ketahuan selingkuh. Serta permasalahan lain yang mengurangi keharmonisan rumah tangga.

Dalam sidang proses peceraian, pihak pengadilan agama tetap mengupayakan mediasi dengan harapan rumah tangga yang masih dapat diperbaiki akan diupayakan agar selamat dari perceraian.

“Tetap sesuai dengan mekanisme persidangan. Ada proses mediasi, kalaupun kedua pihak sudah tidak dapat disatukan kembali maka sidang akan dilanjutkan hingga putusan percerian keluar,” bebernya.