BONEPOS.COM, PADANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VI Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional Tahun 2022 di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi ajang untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“MTQ ini menjadi penting bagi kita, untuk menjadi pengingat bagi kita semua,” katanya saat membuka MTQ VI Korpri di Istana Gubernur Sumbar, Senin (7/11/2022).

Mendagri mengatakan, kepercayaan dan keyakinan ASN pada Al-Quran tidak cukup sebatas diyakini saja, tetapi juga harus dipelajari secara rajin dan rutin. Kemudian juga memahami makna dan melaksanakan isi kandungan di dalamnya, baik yang berupa perintah maupun larangan-larangan. Selain itu di dalam Al-Quran juga terdapat pedoman-pedoman hidup yang bisa diterapkan.

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita percaya ini acaranya saat ini tentang keagungan Al Quran, artinya kita meyakini apa pun yang di dalam Al-Quran adalah benar, tidak perlu diragukan, karena (Al-Quran) adalah firman suci dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Di sisi lain, Mendagri menjabarkan juga terkait tiga kecerdasan yang dimiliki oleh ASN yang unggul, yaitu kecerdasan IQ (Intellectual Quotient), EQ (Emotional Quotient Intelligence), dan SQ (Spiritual Quotient Intelligence). SQ menjadi hal yang sangat penting karena berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Dengan mengingat Tuhan maka kita akan mendapatkan rem dalam kehidupan ini, baik secara pribadi maupun sebagai anggota Korpri,” tuturnya.

Hal itu sejalan dengan instruksi presiden yang berkaitan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Menurut Mendagri, revolusi mental adalah perubahan mental menjadi lebih baik, seperti dari yang koruptif menjadi tidak koruptif, dari kurang profesional menjadi profesional, dan lain-lain. Hal tersebut akan mendorong budaya bangsa juga menjadi lebih baik.

“Itu harus dimulai dari kelompok yang terorganisir, yaitu ASN, TNI, dan Polri. ASN lebih penting, kenapa? Jumlahnya (sekitar) 4 juta orang, TNI lebih kurang 500 ribu, Polri lebih kurang 400 ribu. Oleh karena itu ASN, ASN Ini kita harapkan betul-betul memiliki integritas yang kuat, komitmen yang kuat untuk membuat pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang berwibawa,” tandasnya. (Puspen Kemendagri)