Ekobis  

Twitter Bakal Jadi Platform Pembayaran

Logo Twitter (Foto: Unsplash/Alexander Shatov)

BONEPOS.COM, JAKARTA – Elon Musk kini menjadi pemilik tunggal Twitter. Sejumlah perubahan dilakukan miliarder tersebut tak lama setelah menjabat eksekutif perusahaan, di antaranya memecat beberapa petinggi perusahaan.

Mengingat akuisisi Twitter oleh Elon Musk cukup baru, besar kemungkinan masih banyak perubahan yang dilancarkan oleh Musk. Satu gagasan baru yang diungkapkan oleh CEO  SpaceX itu yakni ingin menjadikan Twitter sebagai aplikasi pembayaran.

Gagasan itu diungkapkan Elon Musk ketika menghadiri sesi Q&A yang digelar melalui Twitter Space.

Menurut Musk, Twitter ke depannya akan menampilkan sejumlah sistem pembayaran seperti transfer peer-to-peer hingga pasar uang dengan keuntungan tinggi.

Baca Juga  Elon Musk Langgar Perjanjian Merger, Twitter Siap Perang

Dengan konsep itu, pengguna Twitter nantinya bisa berkirim uang ke sesama pengguna, memindahkan dana mereka ke rekening bank hingga menyimpan uang di pasar uang yang ada di Twitter.

“Anda ingin mentransfer uang ke orang lain di Twitter? Mungkin kami akan mengisi saldo mereka sebelumnya dan berkata, oke kami akan memberi Anda 10 dollar. Dan Anda dapat mengirimkannya ke mana saja di Twitter,” ujar Musk dikutip dari KompasTekno, Senin (14/11/2022)

Dukungan sistem pembayaran juga dinilai akan memudahkan pengguna untuk berinteraksi dan membeli produk maupun layanan yang ditawarkan di Twitter. Misalnya untuk membayar langganan Twitter Blue hingga berlangganan konten premium dari kreator tertentu.

Baca Juga  Diakusisi Elon Musk, Twitter Direncanakan Berbayar bagi Korporasi dan Pemerintah

Akan tetapi, Musk tidak menyinggung perihal kripto sama sekali. Padahal laporan dari The Information menyebutkan bahwa kripto bisa menjadi bagian dari sistem pembayaran Twitter.

Gagasan soal sistem pembayaran di Twitter sendiri tampaknya akan dilakukan Musk dengan serius. Laporan New York Times menyebutkan bahwa Twitter sudah mengajukan dokumen pendaftaran agar platformnya bisa memproses transaksi pembayaran.

Dokumen itu diajukan Twitter ke Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS (FinCEN), badan di bawah Departemen Keuangan AS.